STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Gudang Garam Tbk (GGRM) membukukan lonjakan laba bersih yang sangat signifikan pada semester I 2026. Emiten produsen rokok tersebut mencatat laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,98 triliun hingga 30 Juni 2026, melesat 2.440% jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp117,16 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian tidak diaudit per 30 Juni 2026 yang dipublikasikan, Jumat 31 Juli 2026, peningkatan laba GGRM terutama karena ditopang oleh membaiknya margin usaha dan penurunan beban operasional.
Pendapatan GGRM sendiri pada semester I 2026 tercatat sebesar Rp41,18 triliun. Angka ini turun 7,19% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp44,37 triliun.
Di tengah penurunan pendapatan, GGRM berhasil menekan turun biaya pokok pendapatan sebesar 13,28% menjadi Rp35,19 triliun pada semester I 2026, dari Rp40,58 triliun pada semester I 2025. Kondisi tersebut mendorong laba bruto GGRM melonjak 58,03% menjadi Rp5,99 triliun di semester I 2026, dibanding Rp3,79 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Perseroan juga membukukan pendapatan lain-lain sebesar Rp191,14 miliar, meningkat 28,46% dari Rp148,79 miliar pada semester I 2025. Sementara itu, beban usaha GGRM turun signifikan 33,92% menjadi Rp2,26 triliun pada semester I 2026, dari Rp3,42 triliun. Sementara beban lainnya Perseroan tercatat Rp1,46 miliar, sedangkan rugi kurs bersih mencapai Rp10,76 miliar.
Perbaikan kinerja tersebut membuat laba usaha GGRM meroket 659,59% menjadi Rp3,90 triliun hingga akhir Juni 2026. Pada periode sama 2025, laba usaha hanya sebesar Rp513,72 miliar.
Di sisi lain, beban bunga turun drastis menjadi Rp4,52 miliar dari Rp219,35 miliar. Alhasil, laba sebelum pajak penghasilan GGRM melambung 1.224% menjadi Rp3,90 triliun pada semester I 2026, jika dibandingkan Rp294,37 miliar pada semester I 2025.
Setelah dikurangi beban pajak penghasilan sebesar Rp921,49 miliar, Gudang Garam membukukan laba periode berjalan sebesar Rp2,98 triliun, melejit 2.372% jika dibandingkan hanya Rp120,25 miliar pada semester I tahun lalu.
Sejalan dengan kenaikan laba, laba per saham dasar dan dilusian perseroan naik menjadi Rp1.547 per saham dari Rp61 per saham pada semester I 2025.
Total asset Gudang Garam (GGRM) per 30 Juni 2026 sebesar Rp77,78 triliun,naik 3,36% dibanding Rp75,25 triliun per 31 Desember 2025. Adapun jumlah liabilitas dan ekuitas emiten produsen rokok tersebut per Juni 2026, masing-masing Rp13,77 triliun dan Rp64,07 triliun.

