spot_img

ANTAM Catat Lonjakan Penjualan Feronikel 32% di Semester I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau ANTAM mencatat kinerja operasional yang positif sepanjang semester I 2026. Perseroan membukukan pertumbuhan produksi dan penjualan pada sejumlah komoditas utama, mulai dari emas, bijih nikel, feronikel, bauksit hingga chemical grade alumina (CGA).

Kinerja tersebut ditopang optimalisasi operasional, peningkatan kapasitas produksi, serta strategi pemasaran yang adaptif di tengah dinamika industri pertambangan dan fluktuasi pasar.

“Pencapaian tersebut didukung oleh implementasi operational excellence, optimalisasi kapasitas produksi, serta strategi pemasaran yang adaptif sehingga Perusahaan mampu menjaga pertumbuhan volume penjualan dan memperkuat kinerja operasional secara berkelanjutan,” tulis manajemen ANTAM dalam laporan operasional per 30 Juni 2026.

Pada komoditas emas, produksi dari tambang ANTAM pada kuartal II 2026 mencapai 232 kilogram (7.459 troy ons), meningkat 12% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 208 kilogram (6.687 troy ons). Secara kumulatif, produksi emas selama semester I 2026 tercatat 433 kilogram (13.921 troy ons).

Di sisi penjualan, ANTAM membukukan penjualan emas sebesar 9.615 kilogram (309.129 troy ons) pada kuartal II 2026. Dengan capaian tersebut, total penjualan emas sepanjang semester I 2026 mencapai 18.080 kilogram (581.286 troy ons).

Perseroan terus memperluas akses produk Logam Mulia melalui kerja sama dengan mitra strategis domestik guna memperkuat ekosistem industri emas nasional dan meningkatkan pemanfaatan bahan baku emas dalam negeri.

Untuk komoditas bijih nikel, produksi pada kuartal II 2026 mencapai 3,90 juta wet metric ton (wmt). Sepanjang semester I 2026, produksi bijih nikel tercatat 7,78 juta wmt.

Sementara itu, volume penjualan bijih nikel pada kuartal II 2026 mencapai 3,37 juta wmt. Total penjualan semester I 2026 tercatat 6,77 juta wmt.

Seluruh penjualan bijih nikel dialokasikan ke pasar domestik, baik untuk kebutuhan pabrik feronikel ANTAM maupun pasokan ke smelter nikel nasional.

“Strategi ini sejalan dengan komitmen Perusahaan dalam mendukung penguatan ekosistem hilirisasi mineral nasional melalui penyediaan pasokan bahan baku yang andal dan berkelanjutan,” tulis manajemen.

Pada segmen feronikel, produksi kuartal II 2026 mencapai 3.813 ton nikel dalam feronikel (TNi). Secara kumulatif, produksi semester I 2026 mencapai 7.788 TNi.

Penjualan feronikel menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pada kuartal II 2026, volume penjualan mencapai 4.802 TNi, melonjak 420% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 924 TNi. Sepanjang semester I 2026, penjualan feronikel mencapai 7.605 TNi atau naik 32% dibandingkan semester I 2025 sebesar 5.763 TNi. Seluruh penjualan feronikel ANTAM diserap pasar ekspor dengan tujuan utama ke Tiongkok, India dan Korea Selatan.

Pada komoditas bauksit, produksi kuartal II 2026 mencapai 650.791 wmt. Sepanjang semester I 2026, produksi bauksit tercatat 1,28 juta wmt. Bauksit hasil tambang ANTAM digunakan sebagai bahan baku pabrik CGA milik PT Indonesia Chemical Alumina (ICA) di Tayan serta untuk memenuhi kebutuhan pelanggan domestik.

Dari sisi penjualan, volume penjualan bauksit pada kuartal II 2026 mencapai 663.942 wmt, meningkat 38% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 481.204 wmt. Secara kumulatif, penjualan bauksit semester I 2026 mencapai 1,26 juta wmt, naik 24% dibandingkan semester I 2025 sebesar 1,01 juta wmt. Seluruh penjualan bauksit diserap pasar domestik.

Sementara itu, produksi chemical grade alumina (CGA) pada kuartal II 2026 mencapai 50.690 ton, meningkat 12% dibandingkan kuartal II 2025 sebesar 45.334 ton.

Produksi CGA sepanjang semester I 2026 mencapai 100.257 ton, naik 12% dibandingkan semester I 2025 sebesar 89.385 ton.

Dari sisi penjualan, volume penjualan alumina pada kuartal II 2026 mencapai 51.364 ton, tumbuh 9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 47.060 ton.

Kenaikan tersebut mendorong penjualan alumina semester I 2026 menjadi 100.437 ton, meningkat 10% dibandingkan semester I 2025 sebesar 91.109 ton.

Selain fokus pada pertumbuhan bisnis, ANTAM terus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam seluruh kegiatan operasional. “Selain berfokus pada pencapaian kinerja operasional, ANTAM secara konsisten mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam seluruh aktivitas bisnis melalui penerapan praktik pertambangan yang bertanggung jawab,” tulis manajemen.

Per 30 Juni 2026, ANTAM memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp62,24 triliun. Harga saham perseroan di Bursa Efek Indonesia selama Januari–Juni 2026 bergerak pada kisaran Rp2.530 hingga Rp4.760 per saham, dengan harga rata-rata Rp3.673 per saham.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Stock Future Nasdaq Menanjak, Laba Amazon Jaga Momentum Positif Wall Street

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka Nasdaq menanjak pada...

Harga Emas Dunia Kembali Berkilau, Ternyata Ini Penyebabnya 

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia kembali mencetak sejarah...

Arab Saudi Usulkan Koalisi Maritim, Harga Minyak Dunia Langsung Merosot 

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia merosot sekitar 2%...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru