spot_img

Simak Top 5 Net Foreign Buy Sepekan: BBCA Jadi Incaran Investor Asing, TPIA Pimpin Active Turnover

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Investor asing masih mencatatkan aksi beli bersih (net foreign buy/regular market) pada sejumlah saham berkapitalisasi besar selama lima hari perdagangan terakhir. Berdasarkan data RTI Business hingga penutupan perdagangan Jumat (31/7/2026), saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi tujuan utama aliran dana asing.

BBCA mencatat net foreign buy sebesar Rp651,0 miliar. Saham bank swasta terbesar di Indonesia itu ditutup menguat 175 poin atau 2,79% ke level Rp6.450. Aktivitas perdagangan mencapai 714,5 juta saham dengan nilai transaksi sekitar Rp4,5 triliun.

Posisi kedua ditempati PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dengan net foreign buy sebesar Rp78,3 miliar. Saham BRPT ditutup stagnan di level Rp1.790, dengan volume perdagangan 725,8 juta saham dan nilai transaksi sekitar Rp1,3 triliun.

Selanjutnya, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) juga masih membukukan net foreign buy sebesar Rp62,6 miliar. Meski demikian, harga saham INCO terkoreksi 175 poin atau 3,45% ke level Rp4.900. Volume transaksi tercatat 70,8 juta saham dengan nilai perdagangan Rp343,2 miliar.

Di posisi berikutnya, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mencatat net foreign buy sebesar Rp47,6 miliar. Saham TLKM ditutup naik 20 poin atau 0,75% ke level Rp2.670, dengan nilai transaksi sekitar Rp1,0 triliun.

Sementara itu, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) melengkapi lima besar saham yang paling banyak dibeli investor asing. Emiten rokok tersebut membukukan net foreign buy sebesar Rp43,1 miliar. Harga saham GGRM melonjak 1.425 poin atau 8,07% ke level Rp19.075, dengan nilai transaksi mencapai Rp150,7 miliar.

Data tersebut menunjukkan minat investor asing masih terkonsentrasi pada saham-saham berkapitalisasi besar, terutama sektor perbankan, telekomunikasi, komoditas, dan konglomerasi, meskipun pergerakan harga masing-masing saham masih bervariasi.

Sementara itu, saham-saham berkapitalisasi besar masih mendominasi daftar Active Turnover (IDR) selama lima hari perdagangan pekan ini berdasarkan data RTI Business hingga penutupan perdagangan Jumat (31/7/2026).

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) memimpin daftar dengan nilai transaksi mencapai Rp4,9 triliun. Meski menjadi saham dengan turnover terbesar, TPIA mencatat net foreign sell (NFS) sebesar Rp493,6 miliar. Saham TPIA ditutup melemah 60 poin atau 2,76% ke level Rp2.110 dengan volume transaksi mencapai 2,3 miliar saham dan frekuensi 308.249 kali.

Posisi kedua ditempati PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai transaksi sebesar Rp4,5 triliun. Berbeda dengan TPIA, BBCA menjadi saham yang paling banyak dikoleksi investor asing dengan net foreign buy (NFB) mencapai Rp651,0 miliar. Saham BBCA ditutup menguat 175 poin atau 2,79% ke level Rp6.450. Volume transaksi tercatat 714,5 juta saham dengan frekuensi 116.923 kali.

Di posisi berikutnya terdapat PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang membukukan turnover sebesar Rp4,3 triliun. Namun, saham ini masih mengalami tekanan jual asing dengan net foreign sell Rp866,8 miliar, terbesar di antara saham-saham dalam daftar tersebut. BMRI ditutup turun 220 poin atau 5,02% ke level Rp4.160, dengan volume perdagangan mencapai 1,0 miliar saham dan frekuensi 207.075 kali.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) berada di urutan keempat dengan nilai transaksi Rp3,1 triliun. Saham BBRI ditutup stagnan di level Rp2.990 dan masih mencatat net foreign sell Rp138,1 miliar.

Sementara itu, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga membukukan turnover sebesar Rp3,1 triliun. Saham BUMI terkoreksi 21 poin atau 11,48% ke level Rp162 dengan net foreign sell Rp270,2 miliar.

Daftar saham paling aktif berdasarkan nilai transaksi selama sepekan tersebut di atas menunjukkan minat investor masih terpusat pada saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya sektor perbankan dan petrokimia. Namun, aktivitas investor asing masih cenderung melakukan aksi jual bersih pada sebagian besar saham, kecuali BBCA yang menjadi tujuan utama akumulasi asing.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Kinerja IHSG Juli 2026 Menguat Tajam 10,51%, Investor Nikmati Reli Bursa

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat...

IHSG Ditutup Naik 49,762 Poin ke 6.236,126, Mayoritas Saham dan Bursa Asia Menghijau

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup...

Tunggal Jaya Investama Borong 8,09 Juta Saham IMPC Senilai Rp12,35 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Tunggal Jaya Investama kembali menambah...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru