spot_img

BRPT Raih Laba USD518 Juta di Semester I 2026, Pendapatan Melonjak 76%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)–PT Barito Pacific Tbk (BRPT) membukukan kinerja keuangan yang solid sepanjang semester I 2026 di tengah ketidakpastian ekonomi global dan dinamika geopolitik yang masih berlangsung.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi tidak diaudit per Juni 2026, BRPT mencatat pendapatan bersih sebesar USD5,686 miliar atau melonjak 76,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar USD3,229 miliar.

Kenaikan pendapatan terutama ditopang oleh pertumbuhan bisnis petrokimia dan energi. Pendapatan segmen petrokimia mencapai USD5,349 miliar, naik 83,6% dari USD2,913 miliar pada semester I 2025.

Sementara itu, pendapatan segmen energi meningkat 11,3% menjadi USD334 juta dari USD300 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi profitabilitas, BRPT membukukan EBITDA sebesar USD1,084 miliar. Meski lebih rendah dibandingkan EBITDA semester I 2025 yang mencapai USD1,974 miliar, capaian tersebut tetap mencerminkan kinerja operasional yang kuat.

Laba bersih setelah pajak konsolidasi tercatat sebesar USD518 juta. Angka ini turun 70% dibandingkan laba bersih semester I 2025 yang mencapai USD1,724 miliar.

Dari total laba bersih tersebut, sebanyak USD190 juta diatribusikan kepada pemilik entitas induk, sedangkan USD328 juta berasal dari kepentingan nonpengendali.

Direktur Utama BRPT, Agus Pangestu, mengatakan kinerja semester pertama tahun ini menunjukkan ketahanan model bisnis Perseroan yang terintegrasi.

“Pada paruh pertama tahun 2026, Perseroan membukukan EBITDA yang kuat sebesar US$1,084 juta serta laba bersih konsolidasian setelah pajak sebesar US$518 juta. Pencapaian ini mencerminkan ketahanan model bisnis kami yang terintegrasi serta pelaksanaan operasional yang disiplin,” ujar Agus dalam keterangan resmi, Jumat 31 Juli 2026.

Menurut Agus, portofolio usaha yang terdiversifikasi memungkinkan Perseroan beradaptasi terhadap perubahan kondisi pasar sekaligus menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan.

Agus menjelaskan, pertumbuhan pendapatan pada semester I 2026 didorong oleh kinerja kuat entitas anak Chandra Asri Group, khususnya dari bisnis kilang serta integrasi aset ritel ExxonMobil di Singapura.

Selain itu, bisnis energi terbarukan juga memberikan kontribusi positif. Pendapatan segmen ini meningkat 11,5% secara tahunan menjadi USD334 juta.

Peningkatan tersebut ditopang oleh bertambahnya produksi listrik panas bumi setelah penyelesaian proyek retrofit serta membaiknya kinerja pembangkit listrik tenaga angin selama periode berjalan.

“Di tengah volatilitas pasar yang masih berlanjut, kekuatan portofolio kami yang terdiversifikasi memungkinkan Perseroan menangkap berbagai peluang di sepanjang rantai nilai sekaligus mengurangi dampak pelemahan pada beberapa segmen usaha. Kinerja yang solid dari bisnis kilang, keberhasilan integrasi jaringan ritel bahan bakar Esso, serta meningkatnya kontribusi dari bisnis energi terbarukan semakin memperkuat stabilitas dan kualitas pendapatan Perseroan,” kata Agus.

Dari sisi neraca, total aset BRPT per akhir Juni 2026 mencapai USD18,952 miliar, naik 9,2% dibandingkan posisi tahun sebelumnya sebesar USD17,353 miliar.

Total liabilitas meningkat 10,2% menjadi USD12,458 miliar dari USD11,308 miliar. Adapun total ekuitas tumbuh 7,4% menjadi USD6,494 miliar dari USD6,046 miliar.

Total utang Perseroan tercatat sebesar USD8,124 miliar, naik 5,7% dibandingkan USD7,687 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Sementara utang bersih mencapai USD4,942 miliar atau meningkat 5,6% dari USD4,680 miliar.

Meski demikian, BRPT tetap menjaga struktur permodalan yang sehat. Rasio utang bersih terhadap ekuitas berada di level 0,76 kali, relatif stabil dibandingkan 0,77 kali pada semester I 2025.

“Perseroan terus mempertahankan fleksibilitas keuangan melalui pengelolaan modal yang disiplin, dengan rasio utang bersih terhadap ekuitas yang tetap sehat di level 0.76x. Posisi keuangan yang kokoh ini memberikan kapasitas bagi Perseroan untuk mendukung berbagai inisiatif ekspansi yang sedang berjalan sekaligus menjaga ketahanan di tengah lingkungan usaha yang terus berkembang,” ujar Agus.

Ke depan, BRPT akan melanjutkan berbagai proyek strategis, termasuk pengembangan bisnis Chandra Asri, proyek hilir dan infrastruktur, serta ekspansi panas bumi yang menjadi bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang Perseroan.

“Meskipun lingkungan eksternal masih diwarnai oleh ketidakpastian makroekonomi dan geopolitik, kami tetap optimistis bahwa platform bisnis kami yang terintegrasi, portofolio yang terdiversifikasi, serta disiplin dalam alokasi modal menempatkan Perseroan pada posisi yang kuat untuk menangkap manfaat dari berbagai investasi tersebut seiring dimulainya operasi komersial,” ungkap Agus.

- Advertisement -

Artikel Terkait

SIMP Kantongi Laba Rp874 Miliar di Semester I 2026, Penjualan CPO Melonjak 15%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP)...

Chandra Asri Cetak EBITDA Rekor USD802,6 Juta di Semester I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) membukukan...

Transaksi QRIS Melejit 124%, Laba BNC (BBYB) Semester I 2026 Naik Jadi Rp294,85 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC)...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru