spot_img

Telkom Cetak Laba Rp14,21 Triliun di Semester I 2026, Pendapatan Tembus Rp75,88 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) membukukan kinerja positif sepanjang semester I 2026. Perseroan mencatat pendapatan konsolidasi sebesar Rp75,88 triliun hingga 30 Juni 2026, naik 3,94% dibanding periode yang sama tahun lalu Rp73,00 triliun.

Penyumbang terbesar pendapatan TLKM semester I 2026, dari data, internet, dan jasa teknologi informatika yakni Rp48,18 triliun, disusul IndiHome Rp12,79 triliun, pendapatan interkoneksi Rp4,44 triliun, pendapatan telepon Rp3,44 triliun dan layanan lainnya Rp3,45 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian tidak diaudit yang diumumkan ke BEI, Jumat 31 Juli 2026, kenaikan pendapatan TLKM turut mendorong pertumbuhan laba usaha sebesar 4,4% menjadi Rp20,13 triliun  pada semester I 2026, dari Rp19,28 triliun pada semester I 2025.

Di sisi profitabilitas, Telkom membukukan laba periode berjalan sebesar Rp14,21 triliun pada semester I 2026. Angka ini meningkat 4,3% dibandingkan laba periode berjalan semester I 2025 yang mencapai Rp13,62 triliun.

Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp10,62 triliun, naik 1,43% dari Rp10,47 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, kepentingan nonpengendali menyumbang laba Rp3,58 triliun, meningkat dari Rp3,15 triliun.

Jumlah laba komprehensif periode berjalan mencapai Rp14,70 triliun, lebih tinggi dibandingkan Rp13,75 triliun pada semester I 2025. Dari jumlah tersebut, laba komprehensif yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp11,12 triliun dan kepentingan nonpengendali Rp3,58 triliun.

Kinerja operasional Telkom masih ditopang oleh pendapatan yang tumbuh, meski sejumlah pos biaya juga mengalami kenaikan. Beban operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi tercatat Rp21,47 triliun, naik 8,65% dari Rp19,76 triliun pada semester I 2025.

Beban penyusutan dan amortisasi meningkat 2,25% menjadi Rp17,20 triliun dari Rp16,82 triliun semester I 2025. Beban umum dan administrasi naik 0,59% menjadi Rp3,67 triliun dari Rp3,34 triliun. Sementara beban pemasaran bertambah 15,68% jadi Rp1,77 triliun dari Rp1,53 triliun.

Di sisi lain, Telkom berhasil menekan beban karyawan menjadi Rp7,72 triliun dari Rp8,08 triliun pada periode sama 2025. Beban interkoneksi juga turun jadi Rp3,79 triliun dari Rp4,20 triliun.

Perseroan membukukan penghasilan pendanaan bersih sebesar Rp745 miliar dan biaya pendanaan Rp2,08 triliun, lebih rendah dibandingkan Rp2,65 triliun pada semester I 2025.

Laba sebelum pajak penghasilan tercatat Rp18,80 triliun, meningkat 7,3% dari Rp17,52 triliun pada semester I tahun lalu. Setelah dikurangi beban pajak penghasilan sebesar Rp4,59 triliun, laba periode berjalan mencapai Rp14,21 triliun. Sejalan dengan peningkatan laba, laba bersih per saham dasar naik jadi Rp107,50 per saham dari Rp105,72 per saham pada semester I 2025.

Dari sisi neraca keuangan, TLKM memiliki total asset sebesar Rp303,08 triliun, naik 5,32% dari Rp287,75 triliun per Desember 2025. Adapun jumlah liabilitas dan ekuitas emiten jasa telekomunikasi tersebut, masing-masing sebesar Rp168,24 triliun dan Rp134,84 triliun.

- Advertisement -

Artikel Terkait

JakOne Mobile Berjaya, Bank Jakarta Sabet Penghargaan Digital Excellence Awards 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bank Jakarta meraih penghargaan Top Digital...

Penjualan ICBP Capai Rp41,86 Triliun, Kenapa Laba Bersih Justru Susut 33% di Semester I 2026?

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)...

Penjualan Indofood Tembus Rp65,53 Triliun, Tapi Laba Bersih Turun Gara-Gara Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) berhasil...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru