spot_img

Penjualan Indofood Tembus Rp65,53 Triliun, Tapi Laba Bersih Turun Gara-Gara Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) berhasil mencatatkan pertumbuhan penjualan neto konsolidasi sebesar 9% pada semester pertama tahun 2026. Nilai penjualan Perseroan mencapai Rp65,53 triliun hingga akhir Juni 2026. Realisasi ini naik signifikan dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp59,84 triliun.

Berdasarkan siaran pers dan laporan keuangan yang dirilis Jumat, 31 Juli 2026, kenaikan penjualan ini mendorong laba usaha Indofood tumbuh 14% secara year on year (yoy). Laba usaha naik menjadi Rp13,29 triliun dari Rp11,69 triliun pada tahun sebelumnya. Perseroan juga mampu mempertahankan marjin laba usaha yang sehat di level 20,3%.

Meskipun kinerja operasional solid, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 19% menjadi Rp4,72 triliun (Rp538 per saham). Pada semester I 2025, laba bersih Indofood tercatat sebesar Rp5,84 triliun (Rp665 per saham).

Penurunan laba bersih ini disebabkan oleh rugi selisih kurs yang belum terealisasi dari kegiatan pendanaan akibat pelemahan nilai tukar Rupiah. Namun, core profit yang mencerminkan kinerja operasional murni Perseroan tetap tumbuh 7% menjadi Rp6,18 triliun dari Rp5,78 triliun.

Direktur Utama dan CEO Indofood, Anthoni Salim, memberikan tanggapan atas capaian ini. “Di tengah ketidakpastian global yang terus berlangsung, Indofood membukukan kinerja yang solid pada semester pertama di tahun 2026 ini. Kami tetap fokus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan, menjaga keseimbangan antara pangsa pasar dan tingkat profitabilitas, serta mempertahankan posisi neraca yang sehat,” ujar Anthoni, dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Dari sisi pendapatan, Grup Produk Konsumen Bermerek (CBP) masih menjadi kontributor utama dengan total penjualan Rp41,74 triliun. Disusul oleh Grup Bogasari dengan Rp16,46 triliun, Grup Agribisnis sebesar Rp9,63 triliun, dan Grup Distribusi sebesar Rp3,91 triliun.

Seiring dengan kenaikan penjualan, Beban Pokok Penjualan juga meningkat 10,33% yoy menjadi Rp44,15 triliun pada semester I 2026 dari Rp40,01 triliun pada 2025. Perseroan juga mencatatkan kenaikan beban penjualan dan distribusi menjadi Rp6,85 triliun. Adapun beban umum dan administrasi naik menjadi Rp2,87 triliun.

Kenaikan biaya yang paling mencolok terlihat pada beban keuangan yang membengkak drastis 143,81% menjadi Rp5,38 triliun dari sebelumnya Rp2,21 triliun. Lonjakan ini terutama dipicu oleh rugi selisih kurs mata uang asing dari aktivitas pendanaan.

Melihat kekuatan neraca, total aset INDOFOOD per 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp231,25 triliun. Angka ini tumbuh 6,09% dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 yang sebesar Rp217,98 triliun.

Jumlah liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp106,53 triliun pada Juni 2026, meningkat dari Rp97,75 triliun pada akhir 2025. Sementara itu, total ekuitas Indofood juga menguat menjadi Rp124,71 triliun dibandingkan posisi akhir tahun lalu sebesar Rp120,24 triliun.

- Advertisement -

Artikel Terkait

JakOne Mobile Berjaya, Bank Jakarta Sabet Penghargaan Digital Excellence Awards 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bank Jakarta meraih penghargaan Top Digital...

Penjualan ICBP Capai Rp41,86 Triliun, Kenapa Laba Bersih Justru Susut 33% di Semester I 2026?

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)...

Telkom Cetak Laba Rp14,21 Triliun di Semester I 2026, Pendapatan Tembus Rp75,88 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) membukukan...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru