STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Achmad Kalla, salah satu pemegang saham PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) melakukan penjualan sebanyak 269.229.402 lembar atau 10,19% saham perusahaan EPC dan manufaktur tersebut. Transaksi ini dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia pada tanggal 22 Mei 2026.
Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan Manajemen Perseroan ke BEI, Jumat 29 Mei 2026, Achmad Kalla menjual saham BUKK pada harga Rp725 per lembar sehingga mengantongi dana Rp195,19 miliar.
Seperti diketahui, Achmad Kalla menjual saham BUKK di bawah harga pasar atau terdiskon sekitar Rp10. Pasalnya, saham BUKK pada perdagangan di BEI 22 Mei 2026 ditutup di Rp735 per unit. Itu berarti, lebih mahal dari harga divestasi.
Sebelum transaksi, Achmad Kall menggenggam saham BUKK sebanyak 874.951. 762 unit atau setara 25,56% saham. Adapun pasca transaksi tersebut, kepemilikan Achmad Kalla atas saham BUKK turun menjadi 405.722.360 unit atau 15,37%.
Tujuan Achmad Kalla menjual saham BUKK adalah divestasi dengan dengan status kepemilikan saham langsung di saham emiten rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (EPC), serta manufaktur peralatan khusus tersebut.
Hingga pukul 15.12 WIB perdagangan sesi II di Bursa Efek Indonesia, Jumat 29 Mei saham BUKK tercatat turun 1,23% menjadi Rp800 per unit dibanding sehari sebelumnya di Rp810 per unit. Selama perdagangan sepekan, harga saham BUKK turun sebesar 19%. Jika dibandingkan antara harga 27 April 2026 sebesar Rp1.270 terhadap penutupan 26 Mei 2026, saham BUKK telah merosot sebesar 36,22%.
BUKK mencatat laba laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp81,17 miliar pada kuartal I 2026, anjlok 50% dibanding Rp162,43 miliar pada kuartal I 2025. Meski laba turun, pendapatan BUKK naik 27,83% jadi Rp867,80 miliar pada kuartal I 2026, dari Rp678,86 miliar kuartal I 2025. (konrad)

