spot_img

BEI Cabut Status Suspensi, Saham BREN Kembali Diperdagangkan

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencabut status suspensi (penghentian sementara perdagangan saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai sesi I perdagangan saham, Senin (6/5/2024).

“Dengan ini diumumkan bahwa suspensi atas perdagangan saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai perdagangan sesi I tanggal 6 Mei 2024,” demikian isi pengumuman resmi BEI yang ditandatangani oleh Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi dan Mulyana, P.H. Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan, dikutip Senin (6/5/2024).

Adapun BEI menghentikan sementara perdagangan saham BREN di seluruh pasar sejak perdagangan sesi pertama, Jumat (03/5/2024) dalam rangka cooling down.

Pande Made Kusuma Ari, Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, dalam pengumuman, Kamis (02/5/2024) mengemukakan, suspensi perdagangan saham BREN dilakukan karena terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan.

BEI tak menyebutkan  berapa nilai ‛peningkatan harga kumulatif yang signifikan saham BREN hingga memerlukan suspensi tersebut. Namun, Pande menegaskan, suspensi saham BREN sebagai bentuk perlindungan bagi investor.

Menurut  Pande, suspensi BREN, bertujuan memberikan waktu memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasi di saham BREN.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Patok Harga IPO Rp900-Rp1.120, JELI Bidik Dana Rp392 Miliar! Intip Penggunaannya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Kabar gembira datang dari dunia industri...

KIOS Terbang Tinggi 33.82%, Ini Daftar 5 Saham Paling Aktif Hingga Paling Buntung

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pasar modal Indonesia menyelesaikan perdagangan akhir...

Ekspansi ke Bisnis Permen Gummy, ADES Siapkan Investasi Rp46,2 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Akasha Wira International Tbk (ADES)...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru