STOCKWATCH.ID (JAKARTA) = Bursa Efek Indonesia (BEI) melayangkan surat permintaan penjelasan kepada PT Gozco Plantations Tbk (GZCO). Otoritas bursa mempertanyakan dampak rencana pembentukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) khusus ekspor terhadap kinerja dan kelangsungan usaha perseroan.
Langkah ini merespons pemberitaan media mengenai rencana penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) Tata Kelola Ekspor Sumber Daya Alam (SDA). Aturan tersebut kabarnya akan membentuk badan khusus untuk mengelola ekspor komoditas.
Direktur PT Gozco Plantations Tbk, Marvin Herbert Wibisono, menjelaskan kebijakan tersebut tidak memberikan dampak pada kelangsungan usaha perseroan. Hingga saat ini, seluruh penjualan produk GZCO masih fokus pada pasar dalam negeri.
“Seluruh penjualan produk CPO hasil produksi PT Gozco Plantations Tbk, juga untuk produk kernel dan tandan buah segar, direalisasi penjualannya langsung ke konsumen dalam negeri,” kata Marvin, dalam keterbukaan informasi dikutip Jumat (29/5/2026).
Marvin menyebut perseroan belum pernah merealisasikan penjualan ekspor. Skala usaha CPO perseroan juga tergolong masih kecil dibandingkan produksi nasional.
Pada 2025, produksi CPO GZCO tercatat sekitar 43 ribu ton. Angka tersebut hanya menyumbang kurang dari 1% dari total produksi CPO nasional yang mencapai 51,66 juta ton.
Karena fokus pada pasar domestik, rencana tata kelola ekspor tersebut tidak berpengaruh terhadap kondisi keuangan perseroan. Hal itu mencakup pendapatan, laba usaha, laba bersih, maupun arus kas.
GZCO juga memastikan tidak ada dampak terhadap perjanjian kerja sama dengan pelanggan maupun kewajiban pembayaran utang. Risiko hukum, termasuk potensi wanprestasi kontrak, juga dipastikan tidak ada.
Terkait strategi mitigasi, Marvin mengaku telah memperoleh informasi bahwa ekspor CPO nantinya akan dipusatkan melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Dengan demikian, tidak akan ada eksportir CPO selain lembaga tersebut.
“Perseroan berharap tata kelola baru ini dapat meminimalkan risiko praktik under invoicing dan diharapkan dapat mengoptimalkan devisa negara,” tuturnya.
Manajemen GZCO menyatakan mendukung langkah pemerintah untuk memperbaiki tata kelola komoditas nasional. Perseroan berharap pertumbuhan industri kelapa sawit tetap terjaga melalui regulasi baru tersebut.
“Tentu perseroan berharap tata kelola ekspor Sumber Daya Alam, khususnya CPO yang akan dijalankan, akan memberi manfaat yang lebih maksimal bagi NKRI dan dunia usaha swasta serta masyarakat,” ujar Marvin.

