spot_img

COIN Terdampak Lesunya Pasar Kripto, Pendapatan Kuartal II 2026 Turun 20%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) mencatat penurunan kinerja pada kuartal II 2026 seiring melemahnya pasar aset kripto global dan domestik. Pelemahan harga aset kripto, ketidakpastian makroekonomi, serta pergeseran portofolio investor ke instrumen yang lebih defensif menekan pendapatan perseroan.

Pada periode April-Juni 2026, COIN membukukan pendapatan sebesar Rp33,15 miliar. Nilai tersebut turun 20% dibandingkan kuartal I 2026 yang mencapai Rp41,49 miliar.

Kondisi itu sejalan dengan pelemahan industri kripto secara global. Kapitalisasi pasar aset kripto dunia menyusut 12,6% secara kuartalan, dari sekitar USD2,4 triliun menjadi USD2,1 triliun. Di Indonesia, volume transaksi aset kripto juga turun 11,6% secara quarter-on-quarter (QoQ), dari Rp75,83 triliun menjadi Rp67,03 triliun.

Meski demikian, COIN mencatat pertumbuhan pada bisnis derivatif. Pendapatan dari segmen tersebut meningkat 6% secara QoQ menjadi Rp12,1 miliar pada kuartal II 2026. Kontribusi bisnis derivatif kini mencapai 36,5% terhadap total pendapatan perseroan.

Ade Wahyu, Direktur Utama COIN, mengatakan segmen derivatif menjadi salah satu pendorong pertumbuhan baru bagi perusahaan di tengah perlambatan pasar aset kripto.

“Pencapaian ini memperlihatkan perkembangan positif terhadap minat produk derivatif di Indonesia, yang berhasil tumbuh di saat tren global mengalami koreksi. Saat ini transaksi derivatif berkontribusi terhadap 36,5% dari pendapatan COIN di kuartal II-2026, memposisikan segmen ini sebagai kunci penting yang mendorong pendapatan Perusahaan ke depan,” jelas Ade.

Di sisi keuangan, COIN tetap menjaga kondisi likuiditas. Perseroan membukukan aset lancar sebesar Rp366,6 miliar. Nilai tersebut setara sekitar 17 kali total liabilitas, sehingga dinilai mampu menopang kebutuhan operasional dan pelaksanaan strategi bisnis.

Perseroan juga terus menjalankan efisiensi dan deleveraging. Hingga akhir Juni 2026, total liabilitas berhasil dipangkas 61% menjadi Rp21,1 miliar sehingga tingkat utang tetap terkendali.

Selain itu, COIN telah merealisasikan penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar Rp49,99 miliar atau sekitar 24% dari total dana yang dihimpun sebesar Rp220,59 miliar.

Dana tersebut digunakan untuk memperkuat sistem dan infrastruktur dua entitas anak, yakni PT Central Finansial X (CFX) sebagai Bursa Aset Kripto pertama di Indonesia dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC) sebagai lembaga penyimpanan aset kripto yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Kami mengedepankan strategi yang prudent dan berlandaskan prinsip kehati-hatian dalam penggunaan dana hasil IPO, guna memastikan pemanfaatan dana dilakukan secara lebih efisien, tepat sasaran, serta mampu memberikan multiplier effect yang optimal dalam mendukung rencana strategis jangka panjang Perseroan dan Perusahaan Anak,” tutup Ade.

- Advertisement -

Artikel Terkait

CMNT Optimistis Semester II 2026, Cemindo Gemilang Pertahankan Tren Pertumbuhan Kinerja

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT) melanjutkan...

Cinema XXI Raup Pendapatan Rp2,6 Triliun, Laba Rp201 Miliar di Semester I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) atau...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru