spot_img

PANI Bukukan Marketing Sales Rp1,9 Triliun, Penjualan Properti PIK2 Melonjak 66%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) membukukan marketing sales sebesar Rp1,9 triliun sepanjang semester I 2026. Raihan tersebut mencapai 45% dari target penjualan tahun ini sebesar Rp4,3 triliun dan tumbuh 66% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurut Direktur Utama PANI, Sugianto Kusuma, pencapaian itu ditopang permintaan yang tetap kuat pada segmen residensial serta meningkatnya minat terhadap produk komersial di kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2).

Sugianto menilai capaian tersebut mencerminkan daya tahan bisnis di tengah tantangan ekonomi global yang memicu kenaikan inflasi, terutama harga bahan bakar minyak (BBM), serta perubahan perilaku konsumen yang semakin selektif.

Selama enam bulan pertama 2026, penjualan PANI didominasi proyek-proyek residensial unggulan, antara lain Pasir Putih Residence, khususnya Okinawa dan Villa Pasir Putih 5, Pasadena Spring, Rumah Milenial, Padma, Sapporo Residence, Pantai Bukit Villa, serta Bukit Nirmala.

Selain itu, segmen kaveling tanah komersial juga memberikan kontribusi positif seiring meningkatnya pengembangan kawasan bisnis di PIK2. Kehadiran gedung Bank Mandiri yang telah beroperasi serta gedung Bank BNI yang segera beroperasi turut memperkuat kawasan Central Business District (CBD) PIK2 sebagai pusat bisnis dan komersial.

“Kontribusi penjualan produk komersial juga berasal dari Bizpark PIK2, Rukan Asia Afrika, Rukan Lau Pa Sat, dan Rukan Marina Bay,” katanya dalam keterangan resmi, Kamis (30/7/2026).

Prospek pertumbuhan kawasan PIK2 dinilai semakin kuat berkat meningkatnya aktivitas di Nusantara International Convention Exhibition (NICE). Sejak mulai beroperasi pada Agustus 2025, NICE telah menggelar 55 acara, termasuk Livin’ Fest 2025 persembahan Bank Mandiri dan Java Jazz Festival 2026.

Di sisi lain, beroperasinya Tol KATARAJA juga meningkatkan akses langsung dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju kawasan PIK2. Perseroan meyakini konektivitas tersebut akan mendorong aktivitas ekonomi sekaligus permintaan properti di kawasan itu.

Hingga 30 Juni 2026, PANI memiliki cadangan lahan sekitar 1.809 hektare, yang menjadi salah satu kekuatan utama untuk mendukung pengembangan proyek-proyek baru dalam jangka panjang. Sugianto optimistis target marketing sales tahun ini dapat tercapai.

Sugianto mengemukakan, target sampai akhir tahun nanti PANI bisa menjual produk-produk properti yang diminati pembeli PIK2 sebesar Rp4,3 triliun dan kami optimis target ini bisa tercapai karena serangkaian rencana kerja yang sudah dirancang menuju pembangunan keberlanjutan dan tentunya dengan perhitungan yang komprehensif.

Prinsip PANI juga agile terhadap perubahan di luar organisasi PIK2, dan menyesuaikan bisnis model supaya pengembangan kawasan PIK2 tetap berjalan sesuai rencana dan sustained. PANI berusaha untuk menunjukan, dalam industri ini Perseroan tetap bisa menjaga kepercayaan konsumen, tidak hanya melalui segmen produk namun juga peningkatan ekosistem kawasan.

Dukungan infrastruktur seperti Tol KATARAJA serta kehadiran fasilitas kelas dunia seperti NICE yang semakin mengukuhkan ekosistem yang berkelanjutan dan menunjukan kawasan PIK2 bergerak maju dengan kepastian yang teruji.

“Kami optimistis, fundamental kokoh ini akan terus mengawal PANI dalam memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan dan pemegang saham,” tutup Sugianto.

- Advertisement -

Artikel Terkait

CBDK Optimistis Kinerja Semester II 2026 Meningkat, Marketing Sales PIK2 Tembus Rp231 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK)...

CBDK Raih Marketing Sales Rp231 Miliar di Semester I 2026, 41% Target Tahunan

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) membukukan...

Sah! CNTX Resmi Delisting dari BEI per 30 Juli 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menghapus pencatatan...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru