spot_img

Garap Proyek PSEL Danantara di Surabaya, Bakrie & Brothers (BNBR) Ungkap Fakta In

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) memberikan klarifikasi terkait pemberitaan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Surabaya Raya. Melalui anak usahanya, PT Bakrie Power, perusahaan tergabung dalam Konsorsium Mentari Citra Lestari sebagai mitra terpilih.

Langkah ini merupakan respons atas permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait pemberitaan media massa pada 16 Juli 2026. Pemberitaan tersebut menyoroti arah transisi energi Grup Bakrie dan Prajogo melalui proyek PSEL Danantara.

Corporate Secretary BNBR, Christofer Alexander Uktolseja menjelaskan status penetapan tersebut masih bersifat bersyarat. Hal ini menjadi alasan perusahaan belum menyampaikan keterbukaan informasi kepada publik.

“Penetapan PT Bakrie Power (Consortium Mentari Citra Lestari) sebagai mitra terpilih pada lokasi Surabaya Raya masih bersifat bersyarat (conditional) dan tunduk kepada pemenuhan seluruh persyaratan pengadaan yang berlaku,” ujar Christofer dalam keterbukaan informasi Senin (20/7/2026).

Bakrie Power nantinya ditetapkan sebagai mitra usaha pengembang dan pengelola PSEL setelah seluruh persyaratan dalam conditional letter of award terpenuhi. Jika persyaratan tidak terpenuhi, mekanisme alternatif akan diberikan kepada mitra cadangan.

Dalam konsorsium ini, Bakrie Power bekerja sama dengan PT Acritas Karya Persada dan SUS Indonesia Holding Limited. SUS Indonesia bertindak sebagai technology provider yang berpengalaman dalam penyediaan teknologi proyek sejenis di Cina dan berbagai negara lain.

Manajemen BNBR memandang bisnis waste to energy sebagai peluang diversifikasi yang menjanjikan. Langkah ini sejalan dengan tren global menuju transisi energi dan ekonomi sirkular. Selain itu, proyek ini memperkuat kapabilitas perusahaan dalam membangun pembangkit listrik untuk PLN maupun pasar B2B.

Terkait nilai investasi, Christofer menyebutkan angka pastinya belum tersedia. Saat ini, konsorsium dan Danantara masih dalam tahap studi kelayakan (feasibility study) untuk mengevaluasi aspek teknis, komersial, dan finansial.

“Estimasi nilai investasi belum dapat ditentukan dikarenakan saat ini PT Bakrie Power bersama anggota konsorsium dan Danantara masih dalam tahap akan melaksanakan studi kelayakan,” tuturnya.

Bakrie Power memiliki peran strategis dalam proyek ini. Perusahaan berpartisipasi dalam pemilihan kontraktor Engineering, Procurement, and Construction (EPC), pemenuhan komponen lokal, hingga pendanaan proyek. Perusahaan juga akan mendukung operasional dan pemeliharaan (Operation and Maintenance) setelah fasilitas beroperasi.

Mengenai jadwal konstruksi dan target operasi komersial (Commercial Operation Date/COD), hal tersebut akan ditentukan setelah studi kelayakan selesai. Tahapan selanjutnya mencakup perizinan, finalisasi struktur proyek, pembentukan perusahaan patungan (Joint Venture Company), hingga pembiayaan.

Kontribusi pendapatan maupun laba bersih dari proyek ini terhadap kinerja keuangan konsolidasi BNBR juga belum bisa dipastikan. Perusahaan perlu menyelesaikan proses studi teknis dan komersial sebelum menentukan porsi saham dalam perusahaan patungan nantinya.

Christofer menegaskan hingga saat ini tidak ada informasi atau kejadian penting lainnya yang dapat memengaruhi kelangsungan hidup maupun harga saham perusahaan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Jawab Permintaan BEI Terkait Volatilitas Saham, Ini Penjelasan Manajemen Bank IBK (AGRS)

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank IBK Indonesia Tbk (AGRS) memberikan...

Komisaris TAYS Anwar Tay Jual 82,86 Juta Saham, Kepemilikan Turun Jadi 24,16%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Komisaris PT Jaya Swarasa Agung Tbk...

Dirut Resource Alam Indonesia (KKGI) Mengundurkan Diri karena Alasan Kesehatan

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI)...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru