spot_img

IHSG Ditutup Turun 0,89% ke Level 6.130,588, KOBX Top Gainer dan DMMX Top Loser

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (28/7/2026), di zona merah. Berdasarkan data RTI Business, IHSG ditutup melemah 55,195 poin atau 0,89% ke level 6.130,588.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di rentang 6.130,588 hingga 6.199,440. Indeks dibuka di level 6.175,198 sebelum terus mengalami tekanan hingga menyentuh level terendah pada penutupan.

Aktivitas perdagangan saham berlangsung cukup ramai. Total volume transaksi mencapai 25,413 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp10,859 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat 1.677.579 kali.

Tekanan jual mendominasi hampir sepanjang sesi perdagangan. Tercatat sebanyak 360 saham ditutup melemah, sementara 265 saham menguat dan 172 saham tidak mengalami perubahan harga.

Seiring pelemahan indeks, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat sebesar Rp10.775,760 triliun pada akhir perdagangan hari ini.

Pelemahan IHSG pada penutupan perdagangan mencerminkan masih kuatnya tekanan jual di sejumlah saham berkapitalisasi besar, sehingga indeks gagal mempertahankan pergerakan di atas level psikologis 6.150.

Saham-saham yang ditutup melemah di antaranya adalah TLKM turun 1,16% ke harga Rp2.560 per saham. BBCA turun 1,19% jadi Rp6.225, AMMN turun 0,50% jadi Rp4.010, dan BBRI turun 0,68% jadi Rp2.930 per unit.

Selain itu, BMRI turun 1,44% jadi Rp4.100 per saham, CUAN turun 2,90% jadi Rp670, DSSA turun 2,92% jadi Rp830, BUMI turun 2,94% jadi Rp165, BRMS turun 3,48% jadi Rp555, dan ENRG turun 8,83% ke harga Rp1.290 per saham.

Sedangkan saham UNVR naik 1,49% jadi Rp1.705 per unit. ASII naik 1,22% jadi Rp4.970, RAJA naik 2,86% jadi Rp900, BRPT naik 1,16% jadi Rp1.745, DEWA naik 0,45% jadi Rp444, SMGR naik 1,72% ke harga Rp1.480 per saham.

Sementara itu, sejumlah saham mencatat pelemahan tajam pada penutupan perdagangan, Selasa (28/7/2026). Berdasarkan data RTI Business, saham PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX) menjadi top loser setelah anjlok 12,50%.

Saham DMMX ditutup di level Rp189 atau turun 27 poin dari penutupan sebelumnya. Sepanjang hari, saham ini diperdagangkan dengan volume 77,8 juta saham, frekuensi 12.627 kali, dan nilai transaksi mencapai Rp19 miliar.

Posisi kedua ditempati saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG). Emiten energi tersebut melemah 125 poin atau 8,83% ke level Rp1.290. Volume perdagangan ENRG mencapai 111,9 juta saham dengan frekuensi 25.539 kali dan nilai transaksi Rp149,6 miliar.

Di urutan ketiga terdapat saham PT Bima Sakti Pertiwi Tbk (PAMG). Saham ini turun 4 poin atau 6,35% ke level Rp59. Total volume transaksi mencapai 124 juta saham, dengan frekuensi 6.374 kali dan nilai transaksi Rp7,8 miliar.

Sementara itu, saham PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) berada di posisi keempat setelah terkoreksi 8 poin atau 6,02% ke harga penutupan Rp125. Volume perdagangan tercatat 60,5 juta saham dengan frekuensi 7.287 kali dan nilai transaksi Rp8,2 miliar.

Berdasarkan data RTI Business, keempat saham tersebut menjadi bagian dari daftar saham dengan penurunan terdalam (top losers) pada perdagangan Selasa (28/7/2026), mencerminkan masih tingginya tekanan jual pada sejumlah emiten meski aktivitas transaksi di pasar tetap berlangsung aktif.

Sedangkan sejumlah saham berkapitalisasi kecil memimpin daftar penguatan (top gainers) pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (28/7/2026). Berdasarkan data RTI Business, PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) menjadi saham dengan kenaikan tertinggi setelah melonjak 33,78%.

KOBX ditutup menguat 50 poin atau 33,78% ke level 198. Saham ini diperdagangkan sebanyak 129,8 juta lembar dengan nilai transaksi mencapai Rp23,5 miliar dan frekuensi 13.706 kali.

Posisi kedua ditempati PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS). Saham MCAS naik 58 poin atau 21,80% ke harga 324. Volume perdagangan mencapai 93,4 juta saham dengan nilai transaksi Rp29,9 miliar dan frekuensi 15.456 kali.

Di urutan ketiga terdapat PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP). Emiten properti tersebut menguat 23 poin atau 15,75% ke level 169. Total volume transaksi mencapai 72,5 juta saham dengan nilai Rp12,0 miliar dan frekuensi 7.476 kali.

Sementara itu, PT FKS Food Sejahtera Tbk (AISA) menempati posisi keempat setelah sahamnya naik 16 poin atau 15,24% menjadi 121. Aktivitas perdagangan AISA tergolong ramai dengan volume 340,5 juta saham, nilai transaksi Rp44,6 miliar, dan frekuensi 25.723 kali.

Berdasarkan data RTI Business, empat besar saham dengan kenaikan tertinggi (top gainers) pada penutupan perdagangan Selasa (28/7/2026) adalah:

KOBX naik 33,78% ke Rp198.

MCAS naik 21,80% ke Rp324.

BKDP naik 15,75% ke Rp169.

AISA naik 15,24% ke Rp121.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Mirae Asset: Pasar Relatif Tenang Usai Perry Warjiyo Mundur, Investor Tunggu Kepastian Kebijakan BI

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai...

Dua Pengendali Blue Bird (BIRD) Transaksi Jumbo Rp176,4 Miliar di Bawah Harga Pasar

STOCKWATCH (JAKARTA) – Dua pemegang saham pengendali PT Blue...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru