spot_img

Meskipun Tergelincir, Harga Minyak Dunia Tetap Melambung 2,9% Minggu Lalu

STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Harga minyak dunia turun pada penutupan perdagangan Jumat (21/6/2024) waktu setempat atau Sabtu pagi (22/6/2024) WIB.

Mengutip CNBC International, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus turun 56 sen atau 0,69% menjadi US$80,73 per barel, di New York Mercantile Exchange.

Adapun harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus 2024, terpangkas 47 sen atau 0,55% mencapai US$85,24 per barel, di London ICE Futures Exchange.

Meskipun harga minyak tergelincir, namun secara keseluruhan komoditas tersebut melonjak hampir 2,9% minggu lalu. Harga minyak mentah WTI kembali mencatat kenaikan mingguan kedua berturut-turut pada penutupan perdagangan Jumat. Kenaikan ini dipicu oleh lonjakan permintaan bensin yang mencapai level tertinggi sejak pandemi Covid-19 berakhir.

Menurut analis JPMorgan, Prateek Kedia, permintaan bensin di AS terus meningkat sejak libur Memorial Day dan diperkirakan akan terus naik seiring dengan perkiraan 71 juta orang Amerika akan bepergian selama libur 4 Juli mendatang.

Patrick De Haan, kepala analisis minyak di GasBuddy, mengatakan harga di SPBU bisa naik setelah stok minyak, bensin, dan distilat di AS semuanya turun untuk pertama kalinya dalam beberapa minggu, menunjukkan permintaan yang lebih kuat.

Ryan McKay, ahli strategi komoditas senior di TD Securities, menyatakan bahwa minyak mentah terus menunjukkan ketahanan, dengan penarikan persediaan menawarkan dukungan moderat. Namun, ia juga memperingatkan bahwa reli harga bisa mulai mereda jika harga WTI turun di bawah US$81,73 per barel dan Brent di bawah US$85,46 per barel.

Permintaan minyak global naik 1,4 juta barel per hari sejauh bulan ini, didorong oleh konsumsi bensin di AS dan perjalanan musim panas yang kuat di Eropa dan Asia, menurut JPMorgan. Persediaan minyak naik 15 juta barel pada minggu kedua Juni saat China menambah stok, meski bank investasi tersebut memperkirakan penurunan persediaan di akhir musim panas ini.

JPMorgan memperkirakan harga Brent mencapai US$90 per barel pada September karena pasar mengetat akibat penurunan stok bahan bakar selama musim panas.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Stock Futures Menguat, Wall Street Ditopang Big Tech dan Inflasi AS yang Melandai

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) - Kontrak berjangka saham Amerika Serikat...

Harga Emas Dunia Turun Tipis, Tertolong Penurunan Inflasi AS

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia ditutup sedikit melemah...

AS Serang dan Blokade Pelabuhan Iran, Harga Minyak Dunia Bergeming

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia tidak banyak berubah...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru