STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Kinerja sektor Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) tetap menunjukkan pertumbuhan hingga Mei 2026.
Hal itu disampaikan Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan Juni 2026 di Jakarta, Selasa (07/7/2026).
Agusman menyampaikan, berdasarkan data OJK, piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan mencapai Rp504,63 triliun pada Mei 2026 atau tumbuh 3,13% year on year (yoy). Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibanding April 2026 yang tercatat sebesar 3,11% yoy.
Di sisi kualitas pembiayaan, Non Performing Financing (NPF) gross tercatat 2,89%, turun dari 2,99% pada April 2026. Sementara NPF net membaik menjadi 0,86% dari sebelumnya 0,98%. Rasio gearing industri juga meningkat tipis menjadi 2,34 kali dari 2,14 kali pada April 2026.
Segmen modal ventura juga memperlihatkan perbaikan. Nilai pembiayaan modal ventura mencapai Rp23,36 triliun pada Mei 2026, meningkat dibanding Rp22,73 triliun pada April 2026. Total aset industri modal ventura turut naik menjadi Rp27,46 triliun dari Rp27,39 triliun pada bulan sebelumnya.
Sementara itu, lanjut Agusman, industri Lembaga Keuangan Mikro (LKM) membukukan penyaluran pinjaman sebesar Rp1,05 triliun, dengan total aset mencapai Rp1,63 triliun pada Mei 2026.
Untuk industri fintech peer-to-peer (P2P) lending, outstanding pembiayaan tercatat Rp80,40 triliun hingga Mei 2026. Nilai tersebut tumbuh 26,50% yoy, sedikit lebih tinggi dibanding pertumbuhan April 2026 sebesar 26,80%. Tingkat risiko kredit macet atau TWP90 berada di level 4,42%, relatif stabil dibanding bulan sebelumnya.
“Di sisi penyaluran, pembiayaan P2P lending mencapai Rp568,27 triliun dengan total aset industri sebesar Rp139,76 triliun hingga Mei 2026,” katanya.
OJK menilai kinerja sektor PVML tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi dan terus diarahkan untuk mendukung pembiayaan masyarakat serta dunia usaha dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, penguatan tata kelola, dan kualitas aset.

