spot_img

IPO JECX Jadi Modal Ekspansi, JEC Tambah Dua Klinik dan Perkuat SDM Dokter Mata

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) akan memanfaatkan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) untuk memperluas jaringan layanan kesehatan mata, memperkuat sumber daya manusia (SDM), serta memperkokoh struktur permodalan perseroan.

Presiden Direktur PT Nitrasanata Dharma Tbk, DR. Dr. Johan A. M. M. Hutauruk, Sp.M(K), mengatakan tujuan utama IPO bukan hanya menghimpun dana, tetapi juga memperluas akses layanan kesehatan mata di Indonesia sekaligus mengajak masyarakat berpartisipasi menekan angka kebutaan.

“Harapan kami dengan IPO ini sebenarnya adalah untuk memperluas jangkauan.  Kita tahu angka kebutaan di Indonesia itu masih perlu perhatian.  Kita bantulah pemerintah kalau kami swasta.  Caranya bagaimana?  Meningkatkan jumlah dokter mata yang mampu melakukan operasi katarak dengan baik, lalu mendirikan klinik-klinik di tempat-tempat yang banyak masyarakatnya mengalami kebutaan.  Harapannya dari IPO ini masyarakat ikut serta, jangan kami saja, masyarakat dan investor sama-sama kita bahu-membahu agar angka kebutaan di Indonesia bisa menurun,” kata Johan usai pencatatan perdana saham JECX di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Direktur Pengembangan dan Pendidikan JEC Group, Prof. Dr. dr. Tjahjono D. Gondhowiardjo, Sp.M(K), Ph.D, menegaskan pengembangan SDM menjadi fondasi utama pertumbuhan JEC.

Menurut Tjahjono, JEC telah menyelenggarakan program fellowship sejak 1998-1999, bahkan lebih dahulu dibandingkan sejumlah universitas.

“Sumber daya manusia itu adalah tulang punggung.  JEC adalah satu-satunya di Indonesia melakukan fellowship mulai tahun 1998-1999. Jadi setiap dokter yang direkrut otomatis harus masuk fellowship di dalam negeri, habis itu kita kirim ke luar negeri,” ujarnya.

Selain memperkuat SDM, JEC juga menyiapkan ekspansi jaringan layanan.  Dalam waktu dekat, perseroan akan membuka dua klinik baru serta mengembangkan fasilitas di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, Bali.

“Kita masuk ke daerah-daerah yang memang banyak penduduknya dan banyak kebutaan.  Mungkin dalam bulan depan ini mendirikan lagi dua klinik yang sudah siap.  Masuk dalam rencana itu kita menyiapkan di KEK Sanur. Itu tugas dari pemerintah agar kami satu-satunya yang memakai brand Indonesia masuk di KEK Sanur,” kata Tjahjono.

Johan menambahkan, dana hasil IPO akan difokuskan pada tiga kebutuhan utama perseroan.

“Tiga tujuan utama dari IPO kita adalah memperkuat struktur permodalan JECX. Yang kedua memberikan tambahan belanja modal untuk JEC @ Candi Semarang dan pembangunan rumah sakit JEC-JAVA di Bekasi. Yang ketiga digunakan untuk modal kerja seperti gaji, OPEX, dan sebagainya hingga tahun 2026. Semuanya diperuntukkan untuk penguatan JECX secara grup,” ujar Johan.

Ia juga menjelaskan keputusan melaksanakan IPO tetap diambil meski kondisi pasar saham sedang melemah.

Menurut Johan, perseroan telah mempersiapkan IPO sejak Desember 2025 ketika kondisi pasar masih kondusif. Namun, prosesnya berlanjut meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan.

“Kita memikirkan IPO ini sebenarnya pada saat indeks harga saham lagi baik-baiknya.  Bulan tiga pasar saham makin turun.  Kita tahan dulu. Bulan lima, bulan enam juga turun.  Yang penting fundamentalnya bagus.  Pasien bertambah, dokter-dokter tetap bekerja.  Jadi atas dasar itu kita tetap maju dan hari ini berkat dukungan semua tim IPO berjalan dengan lancar,” katanya.

Melalui IPO, PT Nitrasanata Dharma Tbk menawarkan 487.983.500 saham atau setara 15% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO dengan harga penawaran Rp1.250 per saham.  Perseroan menghimpun dana sebesar Rp609,98 miliar, terdiri atas Rp406,65 miliar dari penerbitan saham baru dan Rp203,33 miliar dari divestasi saham. Kapitalisasi pasar perseroan saat pencatatan mencapai sekitar Rp4,07 triliun.

Sepanjang masa penawaran umum, IPO JECX memperoleh permintaan tinggi dengan tingkat oversubscription mencapai 62,5 kali pada porsi penjatahan terpusat dan diikuti 555.699 investor.  Dana dari penerbitan saham baru akan digunakan untuk memperkuat struktur keuangan melalui pelunasan sebagian pinjaman perbankan, mendukung pengembangan entitas anak, memenuhi kebutuhan modal kerja, serta mempercepat pembangunan JEC Bali @ Sanur di KEK Sanur sebagai pusat layanan medical tourism.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Strategi Bisnis, Winner Nusantara (WINR) Siap Akuisisi 60% Saham Laxo Global Akses

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)-PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR) telah menandatangani...

IHSG Kembali Naik Dekati Level 6.000 Berkat Saham-saham Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup...

OJK: Piutang Pembiayaan Tumbuh 3,13% pada Mei 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Kinerja sektor Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru