spot_img

Pengendali Winner Nusantara Jaya (WINR) Jual 10 Juta Saham di Harga Rp20

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pemegang saham pengendali PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR), Pemenang Nusantara Internasional, melepas 10 juta saham perseroan dengan nilai transaksi sebesar Rp200 juta.  Transaksi tersebut dilakukan pada 14 Juli 2026 dengan tujuan meningkatkan porsi saham beredar di publik (free float).

Berdasarkan laporan kepemilikan saham yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 20 Juli 2026, Pemenang Nusantara Internasional menjual 10 juta saham WINR pada harga Rp20 per saham. Nilai transaksi tersebut mencapai Rp200 juta.

Setelah transaksi, jumlah kepemilikan Pemenang Nusantara Internasional berkurang menjadi 2.807.518.400 saham atau setara 53,63% dari sebelumnya sebanyak 2.817.518.400 saham atau 53,82%.

Dalam laporan tersebut disebutkan tujuan transaksi adalah untuk menambah saham free float.  Pemenang Nusantara Internasional juga menyatakan tetap mempertahankan status sebagai pengendali perseroan.

“Jika ya, apakah akan mempertahankan pengendalian? : Ya,” demikian tertulis dalam laporan kepemilikan saham tersebut.

Sementara itu, saham WINR pada penutupan perdagangan terakhir berada di level Rp20 per saham, turun 1 poin atau 4,76%. Berdasarkan data perdagangan, kinerja saham WINR masih mencatatkan penurunan 9,09% dalam satu bulan, turun 31,03% dalam tiga bulan, dan melemah 51,22% sejak awal tahun (year to date).

Dengan harga transaksi Rp20 per saham, nilai pelepasan saham oleh pemegang saham pengendali tersebut berada pada level yang sama dengan harga saham WINR pada penutupan perdagangan terakhir yang tercantum dalam data aplikasi perdagangan saham.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Resmi Stock Split 1:25, BEI Tetapkan Harga Teoretis Multipolar (MLPT) Rp1.040 per Saham

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan...

BEI Tanya soal Fluktuasi Saham, Manajemen Polychem (ADMG) Jawab Begini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG)...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru