STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Nusa Palapa Gemilang Tbk (NPGF) mencatatkan kinerja keuangan yang gemilang pada paruh pertama tahun 2026. Emiten produsen pupuk ini berhasil meraup laba bersih sebesar Rp2,11 miliar per 30 Juni 2026. Angka ini melonjak 48,5% jika dibandingkan laba Rp1,42 miliar pada periode yang sama tahun 2025.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan per Juni 2026, kenaikan laba ini ditopang oleh pertumbuhan penjualan yang sangat pesat. Total penjualan NPGF mencapai Rp155,91 miliar pada semester I 2026. Realisasi ini melesat 117,8% dari Rp71,57 miliar pada tahun sebelumnya.
Produk NPK Granul menjadi kontributor utama pendapatan dengan nilai Rp151,75 miliar. Sisanya berasal dari penjualan NPK Briket sebesar Rp2,99 miliar, produk mikro Rp584,73 juta, dan lain-lain sebesar Rp590,15 juta.
Seiring kenaikan penjualan, beban pokok penjualan NPGF juga meningkat menjadi Rp120,29 miliar dari Rp52,83 miliar pada Juni 2025. Meski beban naik, laba bruto perseroan tetap tumbuh signifikan menjadi Rp35,62 miliar dari sebelumnya Rp18,74 miliar.
Pihak manajemen juga mencatat kenaikan biaya operasional. Beban pemasaran dan penjualan naik menjadi Rp15,74 miliar dari Rp4,97 miliar. Sementara beban umum dan administrasi tercatat sebesar Rp7,96 miliar dari Rp7,70 miliar.
Pertumbuhan laba bersih sedikit tertahan oleh kenaikan beban keuangan. Biaya bunga dan beban keuangan lainnya melonjak menjadi Rp9,76 miliar pada Juni 2026, dibanding periode tahun lalu sebesar Rp3,95 miliar.
Dari sisi neraca, kekuatan keuangan perusahaan terlihat semakin solid. Total aset NPGF per 30 Juni 2026 mencapai Rp443,36 miliar. Angka ini tumbuh 20,9% dibandingkan posisi 31 Desember 2025 yang sebesar Rp366,58 miliar.
Peningkatan aset didorong oleh kenaikan piutang usaha dari pihak ketiga yang mencapai Rp206,30 miliar dan persediaan sebesar Rp139,37 miliar. Di sisi lain, total liabilitas perseroan tercatat Rp202,23 miliar, naik dari Rp127,55 miliar pada akhir tahun lalu. Kenaikan ini terutama berasal dari pinjaman bank jangka pendek yang mencapai Rp183,65 miliar.
Ekuitas perusahaan juga mengalami pertumbuhan menjadi Rp241,13 miliar per Juni 2026, dibanding posisi Desember 2025 sebesar Rp239,03 miliar.
Dalam laporan tersebut, Direktur Utama NPGF, Ujang Suparman bersama Direktur Prim Galawira Atmaja memberikan pernyataan tertulis. Mereka menegaskan tanggung jawab penuh atas laporan tersebut.
“Laporan keuangan telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia,” tulis Ujang dan Prim dalam surat pernyataan direksi dikutip dari keterbukaan informasi, Senin (20/7/2026).
Pihak manajemen memastikan informasi dalam laporan keuangan telah dimuat secara lengkap dan benar. “Laporan keuangan tidak mengandung informasi atau fakta material yang tidak benar, dan tidak menghilangkan informasi atau fakta material,” tegas Ujang.

