STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG) memberikan penjelasan mengenai volatilitas transaksi saham perseroan yang terjadi baru-baru ini. Hal ini merespons permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui surat nomor S-08562/BEI.PP1/07-2026 tertanggal 16 Juli 2026.
Wakil Presiden Direktur ADMG, Djali Halim mengungkapkan perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal. Hal ini sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 31/POJK.04/2015.
“Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal,” ujar Djali dalam keterbukaan informasi, dikutip Senin (20/7/2026).
ADMG juga memastikan tidak ada informasi material yang dapat memengaruhi harga efek sesuai dengan ketentuan III.2.1. Peraturan Nomor I-E Keputusan Direksi BEI Nomor: Kep-00087/BEI/12-2025. Hingga saat ini, manajemen belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat.
“Sepengetahuan kami, sampai saat ini Perseroan belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat (3 bulan mendatang), termasuk rencana korporasi yang akan berakibat terhadap pencatatan saham Perseroan di Bursa,” kata Djali.
Terkait aktivitas pemegang saham tertentu, ADMG mengaku tidak mengetahui adanya aktivitas sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 4 Tahun 2024. Hal ini mencakup laporan kepemilikan, perubahan kepemilikan saham, maupun laporan aktivitas menjaminkan saham perusahaan terbuka.
Manajemen menegaskan seluruh informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi harga efek serta kelangsungan hidup perseroan telah diungkapkan kepada publik. Tidak ada kejadian penting lainnya yang masih tersimpan sebagai informasi rahasia.
Selain itu, pemegang saham utama dan pengendali juga dilaporkan belum memiliki rencana terkait kepemilikan sahamnya di ADMG. “Sepengetahuan kami, sampai saat ini pemegang saham utama belum ada rencana apapun terkait dengan kepemilikan sahamnya di Perseroan,” pungkasnya.
Harga Saham
Saham ADMG ditutup menguat pada perdagangan Senin (20/7/2026). Saham emiten petrokimia dan polyester ini naik 2,78% atau bertambah Rp6 menjadi Rp222 per saham. Berdasarkan data perdagangan BEI, saham ADMG dibuka pada level Rp218 per saham. Sepanjang sesi perdagangan, saham ini bergerak di kisaran Rp214 hingga Rp224 per saham. Kenaikan tersebut mendorong kapitalisasi pasar Polychem Indonesia mencapai Rp863,40 miliar.
Meski menguat pada perdagangan hari ini, posisi saham ADMG masih berada di bawah level tertinggi dalam 52 minggu terakhir yang tercatat sebesar Rp268 per saham. Adapun posisi terendah selama 52 minggu berada di level Rp115 per saham.
Pergerakan saham ADMG menunjukkan penguatan signifikan dibandingkan posisi terendah dalam setahun terakhir. Pada perdagangan Senin sore, saham perseroan ditutup di dekat level tertinggi hariannya, yakni Rp224 per saham.

