spot_img

RISE Teken Perubahan Perjanjian Kredit BCA Rp400 Miliar, Dananya Buat Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Direksi PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk  (RISE) dan Direksi Bank Central Asia Tbk (BBCA) telah menandatangani perubahan atas perjanjian fasilitas kredit lokal  senilai Rp400 miliar pada tanggal 8 Agustus 2025.

Menurut Go Herliani Prayogo, Corporate Secretary RISE dalam keterbukaan informasi ke BEI, Jumat 8 Agustus 2025, Perseroan sepakat merubah fasilitas  kredit lokal (Rekening Koran) yang diberikan Bank BCA menjadi  Rp500 miliar.

Sebelumnya, papar Go, Perseroan memperoleh kredit dari Bank Central asia Tbk (BBCA) dengan fasilitas kredit lokal (Rekening Koran) sebesar Rp400 miliar. Fasilitas kredit lokal ini memiliki tenor  12 bulan sejak tanggal penandatanganan perjanjian. Namun,  tidak disebutkan berapa tingkat bunganya. “Dana pinjaman BCA itu akan digunakan untuk tujuan pengembangan usaha  Perseroan,” ujarnya.

Go mengatakan, perolehan fasilitas kredit bank BCA tersebut akan menunjang secara langsung pengembangan usaha Perseroan dalam jangka panjang. Dia pun menambahkan, perolehan fasilitas kredit ini tidak berdampak negatif terhadap kondisi keuangan Perseroan. Selain itu, lanjutnya, pinjaman BCA tersebut juga tidak melanggar peraturan dan perjanjian-perjanjian dengan pihak ketiga.

Go kembali menegaskan bahwa transaksi tersebut tidak tergolong transaksi material yang memerlukan Penilai dan memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham sebagaimana ketentuan Pasal 11 ayat b POJK 17/2020. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Komisaris Independen OASA Djoko Rosmiatun Mijaata Resmi Mengundurkan Diri, Efektif 22 Juli 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Komisaris Independen PT Maharaksa Biru Energi Tbk...

FLMC Buka Suara Soal Nasib Uang Muka Mesin, Utang Pajak Hingga Divestasi Pengendali

STOCKWATCH (JAKARTA) – PT Falmaco Nonwoven Industri Tbk (FLMC)...

BEI Cabut Suspensi, Saham Ini Kembali Diperdagangkan Mulai Besok

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru