back to top

Tambah Investasi, Bos Indonesia Pondasi Raya Genggam 85,658% Saham IDPR

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manuel Djunako,  Komisaris Utama dan pemegang saham pengendali PT Indonesia Pondasi Raya Tbk (IDPR) memborong 730.000 lembar saham emiten bidang konstruksi pondasi  dan dinding penahan tanah  tersebut melalui Bursa Efek Indonesia (BEI), pada tanggal 10 dan 13 Januari 2025.

Sekretaris Perusahaan IDPR Dwijanto, dalam keterangan tertulis, Senin (13/1/2025) mengemukakan, tujuan pembelian saham emiten konstruksi pondasi tersebut adalah untuk menambah investasi langsung di saham IDPR.

Setelah pembelian saham tersebut, kepemilikan Manuel Djunako terhadap IDPR meningkat, dari 1.714.992.906 (85,621%), jadi  1.715.722.906 (85,658%) saham.

Sekedar informasi, IDPR membukukan laba Rp1,74 miliar pada triwulan III/2024. Pada periode yang sama tahun 2023, emiten beraset Rp1,6 triliun  per September 2024 itu merugi Rp2,15 miliar. Pendapatan IDPR anjlok 15,2% menjadi Rp784,65 miliar pada triwulan III/2024, dibanding Rp925,59 miliar triwulan III/2023.

PT Indonesia Pondasi Raya Tbk (IDPR) merupakan perusahaan yang didirikan pada tahun 1977. Perusahaan memfokuskan bisnisnya pada konstruksi pondasi, dinding penahan tanah, dan perbaikan tanah. Perusahaan ini memiliki anak usaha yang memproduksi beton pracetak, yakni PT Rekagunatek Persada.

Beberapa proyek yang digarap perseroan adalah Jakarta International Container Terminal (JICT) di Tanjung Priok, Underpass Tanah Abang, Mayapada Hospital Surabaya, Terminal Terpadu Kota Depok, dan Mall Indramayu. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Minta Restu RUPS, Arwana Citramulia Siap Buyback Saham Senilai Rp100 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) berencana melakukan...

Royaltama Mulia (RMKO) Gelar Right Issue 512 Juta Saham Buat Modal Kerja

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) berencana...

Tepat Waktu! BTPN Bayar Bunga ke-2 Obligasi V/2025 Seri A-B Rp12,48 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Hari ini, Senin 2 Maret 2026, PT...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru