back to top

Pasar Saham Eropa Terkoreksi, Tapi Tetap Untung 8 Pekan Beruntun!

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa melemah pada penutupan perdagangan Jumat (14/2/2025) waktu setempat. Pelemahan tersebut, mengakhiri reli panjang yang sempat membawa indeks ke rekor tertinggi awal pekan ini. Investor masih mencermati laporan keuangan perusahaan serta perkembangan terbaru soal perdamaian di Ukraina.

Mengutip CNBC International, indeks Stoxx 600, yang mencakup saham-saham di seluruh Eropa turun 0,24% menjadi 552,41, menghentikan reli empat hari berturut-turut. Namun, indeks ini tetap mencatat kenaikan mingguan ke-8 berturut-turut, dengan kenaikan sekitar 9% sepanjang tahun ini.

Pergerakan indeks utama juga beragam. FTSE 100 di London melemah 0,37% ke 8.732,46, sementara indeks DAX Jerman turun 0,44% ke 22.513,42. CAC 40 Prancis justru menguat 0,18% ke 8.178,54, didorong oleh laporan keuangan yang solid dari beberapa perusahaan besar.

Pasar juga merespons kabar terbaru dari Presiden AS Donald Trump yang mengumumkan bahwa pembicaraan perdamaian antara Ukraina dan Rusia akan segera dimulai. Sentimen ini sempat memberikan harapan bagi investor, meskipun belum ada kejelasan lebih lanjut.

Di sektor korporasi, kinerja keuangan beberapa perusahaan menjadi perhatian utama. Bank NatWest asal Inggris melaporkan laba tahunan yang melampaui perkiraan. Meski begitu, sahamnya tetap turun 3% setelah pemerintah Inggris mengurangi kepemilikannya di bank tersebut dari 7,98% menjadi 6,98%.

Sementara itu, merek fesyen mewah Hermes mencetak kinerja lebih baik dari ekspektasi. Sahamnya melonjak 1,7% pada sore hari waktu London, menunjukkan daya tarik sektor barang mewah tetap kuat di tengah ketidakpastian ekonomi.

Di sisi lain, pasar saham Asia-Pasifik bergerak mixed, sedangkan bursa Wall Street relatif stagnan menjelang akhir pekan. Investor masih mencerna kebijakan tarif baru Trump, yang ditandatangani tetapi belum diberlakukan.

Meskipun bursa Eropa mengalami tekanan di akhir pekan, tren positif sepanjang tahun ini tetap terjaga. Investor kini menunggu data ekonomi berikutnya dan perkembangan geopolitik yang bisa menjadi katalis bagi pergerakan pasar ke depan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Wall Street Berbalik Arah, Indeks Dow Jones Melompat 200 Poin

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Perang Timur Tengah Kerek Harga Minyak, Bursa Saham Eropa Kompak Merah

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada...

Arab Saudi Guyur Pasar Minyak, Bursa Saham Asia Kompak Pangkas Kerugian

STOCKWATCH.ID (TOKYO) - Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik kompak...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru