back to top

IHSG Berpotensi Menguat Terbatas, Pilarmas Sekuritas Rekomendasikan Beli TKIM, MDKA, hingga INKP

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Harga sebagian besar saham berhasil rebound pada perdagangan Selasa (10/3/2026). Peningkatan harga saham sebanyak 534 ini mampu mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke zona hijau. Indeks komposit bahkan berhasil naik menembus level 7.400.

Berdasarkan data RTI Business, IHSG menguat 103,543 poin atau naik 1,41% dari penutupan Senin (09/3/2026) di level 7.337,369. IHSG akhirnya ditutup di level 7.440,913. Sektor basic materials menjadi motor penggerak utama dengan lonjakan tajam sebesar 4,86%. Pilarmas Investindo Sekuritas memprediksi laju indeks komposit akan cenderung menguat terbatas pada hari ini, Rabu (11/3/2026).

Maximilianus Nico Demus, CSA®, CRP®, CIB®, CFIA®, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, memaparkan kondisi teknikal pasar saat ini. IHSG diprediksi akan bergerak pada rentang level support 7.000 dan resistance 7.485.

“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance 7.000 – 7.485,” ujarnya.

Sejumlah sentimen global turut memengaruhi psikologis investor. Perekonomian Jepang mulai berkibar berkat dorongan investasi perusahaan. Japan GDP Annualized SA QoQ Q4 mengalami kenaikan menjadi 1,3% dari sebelumnya 0,2%. Angka ini berada jauh di atas konsensus 1%.

Pencapaian ini terjadi berkat Sanae Takaichi. Ia mendorong investasi perusahaan menjadi lebih besar dan kuat. Pengeluaran industri yang memegang peranan penting pun ikut meningkat. Namun, aktivitas bisnis global pada awal 2026 mengalami penurunan akibat imbas perang.

Kondisi geopolitik menekan nilai tukar Yen dan melambungkan harga minyak. Impor Jepang menjadi lebih mahal dan inflasi berpotensi naik kembali. Bank Sentral Jepang kemungkinan menaikkan tingkat suku bunga satu kali lagi untuk mengimbangi prospek inflasi jika perang berlangsung sangat lama.

“Kami melihat Bank Sentral Jepang akan bertahan untuk sementara waktu, setidaknya hingga semester satu selesai,” tegas Maximilianus mengutip riset Pilarmas.

Konflik geopolitik yang memasuki hari ke-11 terus menjadi perhatian utama investor. Kekhawatiran pasar mulai muncul menanti kepastian meredanya konflik. Di sisi lain, Donald Trump sedang bersiap melakukan kampanye pemilu.

Trump berjanji tidak akan membiarkan Amerika Serikat terlibat dalam perang asing berkepanjangan. Ia berencana mencabut sanksi terkait minyak. Ia juga meminta angkatan laut Amerika mengawal kapal tanker di Selat Hormuz.

“Dirinya akan melakukan serangan yang lebih besar lagi apabila Iran mengganggu pasokan minyak,” kutip laporan riset tersebut. Trump juga dikabarkan membahas pembukaan sanksi minyak bersama Rusia. Hal ini bisa menjadi angin segar bagi Rusia untuk menggencarkan serangan ke Ukraina.

Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari stabilitas fiskal dan moneter. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah telah menarik sebagian surplus dari Bank Indonesia (BI). Langkah ini sesuai dengan kewenangan Menteri Keuangan berdasarkan PMK No. 115 Tahun 2025.

Penarikan sisa surplus secara sementara ini ditujukan untuk mendukung capaian penerimaan negara. Kebijakan ini juga memenuhi kebutuhan mendesak pembiayaan APBN. Koordinasi fiskal-moneter terus dilakukan demi menjaga stabilitas sistem keuangan.

“Penarikan sebagian surplus BI dapat membantu pemerintah menambah ruang likuiditas APBN dalam jangka pendek,” papar Maximilianus. Hal ini membuat kebutuhan pembiayaan negara dapat dipenuhi tanpa langsung meningkatkan penerbitan utang baru.

Dari sisi korporasi, rilis kinerja keuangan mewarnai pergerakan pasar. PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA) mencatat pendapatan senilai USD 295,01 juta sepanjang tahun 2025. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) meraih kenaikan pendapatan menjadi USD 432,72 juta.

Sebaliknya, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) mengalami penurunan pendapatan usaha menjadi USD 972,94 juta. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) juga mencatat penurunan laba bersih sebesar 41,61% menjadi Rp 2,54 triliun pada 2025. Kabar baik datang dari PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) yang sukses membukukan laba bersih Rp 1,35 triliun tahun lalu.

Melihat kondisi tersebut, Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham pilihan untuk dikoleksi. Berikut adalah daftar saham yang layak dicermati pada perdagangan hari ini:

  1. TKIM – BUY
    • Last Price: Rp 9.550
    • Support: Rp 9.000
    • Resistance: Rp 10.000
    • Target: Rp 9.975
  2. MDKA – BUY
    • Last Price: Rp 3.500
    • Support: Rp 3.220
    • Resistance: Rp 3.620
    • Target: Rp 3.600
  3. INKP – BUY
    • Last Price: Rp 9.700
    • Support: Rp 9.475
    • Resistance: Rp 10.000
    • Target: Rp 9.975

Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi. Isinya tidak dimaksudkan untuk mengajak pembaca membeli atau menjual saham. Seluruh pandangan dan rekomendasi bersumber dari analis sekuritas. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Lakukan riset secara mandiri sebelum menentukan pilihan investasi.

- Advertisement -

Artikel Terkait

IHSG Terus Naik pada Awal Perdagangan, Menguat 1,04% Tembus Kembali 7.500

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham...

BEI Lepas Suspensi, Saham LUCY Boleh Diperdagangkan Lagi Hari Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka penghentian sementara...

Intip Penguasa Saham GOLD: Tower Bersama Genggam 51%, Trio Konglomerat Jadi Pemilik Manfaat

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  - PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk (GOLD)...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru