Laba Bersih AKR Corporindo (AKRA) Tumbuh 16,15% pada Kuartal I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mencatatkan pertumbuhan kinerja positif pada tiga bulan pertama 2026. Perseroan berhasil mengantongi laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp656,49 miliar. Angka ini naik 16,15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp565,21 miliar.

Mengutip laporan keuangan Perseroan per Maret 2026 yang diunggah dilaman Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (24/4/2026), AKRA mencatat laba per saham ikut terkerek. Nilainya naik menjadi Rp33,25 per lembar dari sebelumnya Rp28,63 per lembar pada kuartal I 2025.

Pertumbuhan laba ini sejalan dengan kenaikan total pendapatan Perseroan. AKRA membukukan pendapatan sebesar Rp12,94 triliun pada kuartal I 2026. Capaian tersebut melonjak 26,12% dari Rp10,26 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kontributor utama pendapatan berasal dari kontrak dengan pelanggan yang mencapai Rp12,87 triliun. Angka ini didominasi oleh segmen perdagangan dan distribusi produk BBM serta kimia dasar. Sementara itu, pendapatan sewa menyumbang sebesar Rp66,58 miliar.

Seiring kenaikan pendapatan, beban pokok penjualan dan pendapatan juga meningkat menjadi Rp11,84 triliun dari Rp9,33 triliun. Namun, laba bruto Perseroan tetap tumbuh signifikan menjadi Rp1,11 triliun. Realisasi ini naik 19,25% dibandingkan Rp926,61 miliar pada kuartal I 2025.

Beban usaha AKRA tercatat sebesar Rp294,22 miliar, naik dari sebelumnya Rp248,84 miliar. Kenaikan ini terutama dipicu oleh beban umum dan administrasi senilai Rp272,9 miliar serta beban penjualan Rp21,32 miliar. Meski demikian, laba usaha tetap menguat menjadi Rp825,65 miliar dari Rp685,75 miliar.

Dari sisi neraca keuangan, total aset AKRA per 31 Maret 2026 mencapai Rp37,06 triliun. Angka ini tumbuh 1,37% dibandingkan posisi akhir Desember 2025 sebesar Rp36,56 triliun. Aset lancar mendominasi dengan nilai Rp23,37 triliun, sedangkan aset tidak lancar tercatat Rp13,7 triliun.

Jumlah liabilitas Perseroan sedikit menurun menjadi Rp20,88 triliun dari posisi akhir tahun lalu Rp20,95 triliun. Di sisi lain, total ekuitas AKRA mengalami peningkatan menjadi Rp16,19 triliun dari sebelumnya Rp15,61 triliun pada Desember 2025.

Hingga Maret 2026, AKRA juga mencatat kepemilikan kas dan setara kas yang kuat sebesar Rp7,28 triliun. Perseroan memiliki saldo mata uang asing yang signifikan, termasuk aset moneter dalam USD senilai 223,39 juta atau setara Rp3,8 triliun.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Kepala BP BUMN Apresiasi Kinerja Hutama Karya: Cetak Laba Rp3,09 Triliun dan Pangkas Utang 15,9%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) — PT Hutama Karya (Persero) mencatatkan kinerja...

Rupiah Melemah Tajam, Begini Strategi Mitigasi Bos Astra (ASII) dan BCA (BBCA)

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika...

Meskipun Penjualan Naik, Laba GUNA Susut 30,8% di Kuartal I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Gunanusa Eramandiri Tbk (GUNA) membukukan...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru