Gelar Rights Issue 721,5 Juta Saham, SINI Siap Akuisisi Anak Usaha PTRO dan Lunasi Utang Bank

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Singaraja Putra Tbk (SINI) berencana melakukan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Perusahaan akan menerbitkan sebanyak 721,500 juta saham baru.

Manajemen SINI menetapkan nilai asumsi harga pelaksanaan sebesar Rp5.000 per saham. Aksi korporasi ini bertujuan memperkuat struktur permodalan dan mendukung pengembangan usaha strategis. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kinerja keuangan perusahaan secara berkelanjutan.

Dana hasil rights issue akan digunakan untuk mengambil alih seluruh saham PT Cristian Eka Pratama (CEP). Akuisisi ini dilakukan melalui induk usahanya, PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) milik PT Petrosea Tbk (PTRO).

Selain akuisisi, SINI mengalokasikan dana tersebut untuk membayar utang kepada kreditur. Perusahaan berencana melunasi pokok utang Rp600 miliar kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNII). SINI juga akan membayar utang Rp300 miliar kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).

Sisa dana rights issue akan digunakan untuk keperluan modal kerja. SINI membutuhkan tambahan modal kerja signifikan karena dua entitas anak mulai beroperasi penuh. Sementara itu, dua entitas anak lainnya sedang dalam tahap persiapan untuk memulai kegiatan operasional komersial.

“Dana dari pelaksanaan PMHMETD direncanakan akan digunakan untuk mengambil alih seluruh saham PT Cristian Eka Pratama (CEP) melalui induk usahanya, PT Kemilau Mulia Sakti (KMS),” ujar Amir Antolis, Direktur Utama SINI dalam keterbukaan informasi dikutip Rabu (29/4/2026).

Terkait kinerja, SINI memproyeksikan estimasi pendapatan usaha dari KMS mencapai USD 42,43 juta pada 2026. Angka ini diprediksi meningkat hingga USD 159,05 juta pada 2030. Kontribusi pendapatan KMS terhadap konsolidasian SINI diperkirakan mencapai 17,37% pada tahun pertama setelah akuisisi.

Manajemen menilai PMHMETD sebagai pilihan terbaik dibandingkan pinjaman perbankan. Skema ini dianggap mampu mengatasi masalah defisiensi modal dan mengurangi beban biaya permodalan. Perseroan berkomitmen merealisasikan rencana penggunaan dana secara transparan dan akuntabel.

Mengenai potensi pengambilalihan SINI oleh PT Petrindo Jasa Kreasi Tbk (CUAN), manajemen menyatakan proses negosiasi masih berkembang. Hingga saat ini, belum ada informasi terbaru terkait detail perkembangan negosiasi tersebut dari pemegang saham pengendali.

SINI juga berencana melakukan peningkatan modal dasar dan modal disetor perusahaan. Hal ini dilakukan karena jumlah saham portepel saat ini hanya 619.000.000 saham. Agenda tersebut akan dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 26 Mei 2026.

- Advertisement -

Artikel Terkait

IHSG Pagi Ini Naik 0,47% Berkat Sederet Saham Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham...

Gembok BEI Terbuka, Dua Saham Kembali Ditransaksikan Mulai Sesi I Hari Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kembali...

Harga Melambung Signifikan, BEI Resmi Gembok Saham Ini Mulai Hari Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menghentikan...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru