STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia melemah pada akhir perdagangan Rabu (29/4/2026) waktu setempat atau Kamis pagi (30/4/2026) WIB. Penurunan ini menyusul keputusan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed mempertahankan suku bunga. Langkah The Fed tersebut sesuai dengan perkiraan para pelaku pasar.
Mengutip CNBC International, harga emas spot turun 1,2% menjadi USD 4.541,30 per ons troi. Di pasar berjangka AS, kontrak emas untuk pengiriman Juni menyusut 1,3% ke posisi USD 4.546,20 per ons troi.
Tekanan terhadap harga si kuning juga datang dari buntu negosiasi perdamaian antara Iran dan AS. Presiden Donald Trump menyatakan ketidaksenangan terhadap usulan terbaru dari Teheran. Menurut Trump, pihak Iran mengabarkan kondisi negara mereka sedang runtuh dan tengah mengatur situasi kepemimpinan.
Kebijakan suku bunga tinggi memberikan beban berat bagi daya tarik emas. Logam mulia merupakan aset investasi yang tidak memberikan imbal hasil atau bunga. Kondisi ini membuat investor cenderung beralih ke aset lain saat suku bunga tetap berada di level tinggi.
Zain Vawda, analis dari MarketPulse by OANDA, memberikan analisanya terkait kondisi pasar. Ia mencatat adanya perubahan pandangan dari para pelaku pasar global.
“Sentimen pasar telah bergeser ke arah skeptisisme mengenai potensi kesepakatan AS-Iran, memperkuat narasi suku bunga ‘lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama’,” ujar Zain Vawda.
Vawda menilai pergerakan harga emas saat ini sangat bergantung pada kebijakan moneter. Kenaikan harga minyak dunia turut memberikan tekanan tambahan melalui jalur inflasi.
“Emas tetap sangat sensitif terhadap pergeseran lingkungan suku bunga ini, yang mana tekanan inflasi dari kenaikan harga minyak saat ini memperburuknya,” tambah Vawda.
Meski saat ini tertekan, potensi penguatan emas masih terbuka di masa depan. Vawda memproyeksikan harga emas bisa menyentuh level USD 5.300 hingga USD 5.500 per ons troi pada akhir tahun. Syaratnya, AS dan Iran harus mencapai kesepakatan damai secara cepat untuk memicu kembali gairah pembeli di pasar logam mulia.
