spot_img

Harapan Gencatan Senjata AS-Iran Menguat, Bursa Eropa Kompak Parkir di Zona Hijau

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada akhir perdagangan Jumat (29/5/2026) waktu setempat. Investor merespons positif prospek perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Sentimen ini memberikan angin segar bagi pasar di tengah ketegangan geopolitik yang masih berlangsung.

Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir naik 0,14% ke posisi 626,00. Pergerakan bursa utama di kawasan tersebut cenderung bervariasi namun tetap berakhir di teritori positif. Indeks FTSE MIB Italia melonjak 0,42% ke posisi 50.036,75.

Indeks DAX Jerman tumbuh tipis 0,05% ke posisi 25.104,70. IBEX 35 Spanyol juga meningkat 0,46% ke level 18.362,90. Sementara itu, CAC 40 Perancis terkoreksi tipis 0,07% ke level 8.183,34 dan FTSE 100 Inggris turun 0,16% ke level 10.409,28.

Pasar global menimbang kesepakatan penghentian konflik yang telah berlangsung selama tiga bulan. Pejabat Gedung Putih mengonfirmasi kabar mengenai rencana damai tersebut. AS dan Iran disebut sudah mencapai titik temu mengenai ketentuan kesepakatan.

Laporan menyebutkan kesepakatan ini akan memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari. Hal ini sekaligus menciptakan kerangka kerja pembicaraan masa depan mengenai program nuklir Iran. Langkah diplomasi ini menjadi fokus utama pelaku pasar sepanjang hari perdagangan.

Sektor kedirgantaraan dan pertahanan menjadi sorotan dengan kenaikan sekitar 1%. Hal ini terjadi setelah drone Rusia dilaporkan menghantam sebuah gedung apartemen di Rumania. Rumania merupakan anggota NATO dan Uni Eropa yang berbatasan langsung dengan Ukraina.

Saham Creotech Instruments memimpin penguatan di sektor tersebut dengan lonjakan 19%. Perusahaan asal Polandia ini merupakan spesialis kedirgantaraan dan mikrosatelit. Selain itu, saham kedirgantaraan Austria, FACC, juga ditutup naik 3,2%.

Seorang pejabat Gedung Putih memberikan keterangan mengenai perkembangan negosiasi tersebut. Ia merujuk pada laporan yang menyebutkan proses diplomasi sedang berjalan menuju arah positif.

“Amerika Serikat dan Iran sebagian besar telah menyetujui persyaratan kesepakatan yang bertujuan menghentikan sementara konflik tiga bulan tersebut,” ujar pejabat Gedung Putih yang dikutip melalui CNBC International.

Meski ada kabar damai, aktivitas militer Iran tetap dipantau ketat. Media pemerintah Fars melaporkan angkatan bersenjata Iran menembakkan rudal ke sasaran yang tidak disebutkan. Pentagon juga menyebut Teheran sempat menembakkan rudal balistik ke arah Kuwait.

Kabar mengenai drone serangan di sekitar Selat Hormuz juga sempat muncul. Namun, investor lebih memilih fokus pada potensi tercapainya kesepakatan jangka pendek. Pasar melihat peluang penghentian permusuhan lebih besar dampaknya bagi stabilitas ekonomi.

Di sisi lain, bursa Amerika Serikat atau Wall Street terpantau bergerak menguat. Indeks Dow Jones melonjak 0,7%, sementara S&P 500 dan Nasdaq masing-masing naik 0,4%. Bursa Asia juga mencatatkan rekor tertinggi pada indeks Kospi Korea Selatan dan Topix Jepang.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Stock Futures Bergerak Datar, Wall Street Menunggu Kepastian dari Timur Tengah

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Saham berjangka (futures) Amerika Serikat...

Wall Street Tutup Mei dengan Rekor Baru, Saham Dell Melonjak 33% di Tengah Euforia AI

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Anomali Pasar Asia: Mengapa Kospi dan Topix Cetak Rekor Tertinggi Saat Tensi Geopolitik Memanas?

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik kompak...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru