spot_img

Saham Disuspensi, Bos MMIX Klarifikasi Soal Pabrik Popok hingga Salah Tulis Laporan

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) memberi penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Penjelasan ini berkaitan dengan suspensi perdagangan saham perusahaan. Sebagaimana diketahui, BEI kembali menghentikan sementara perdagangan saham MMIX mulai sesi I perdagangan tanggal 8 Juni 2026. Selain itu, BEI meminta klarifikasi atas beberapa poin dalam laporan keuangan MMIX.

Direktur Utama MMIX, Mengky Mangarek menyampaikan jawaban tersebut melalui surat elektronik. Ia menjelaskan perihal proyek pabrik popok kolaborasi dengan raksasa manufaktur asal China, Fujian Nice Paper. Proyek ini dijalankan melalui perusahaan patungan bernama PT Multi Nice Paper Indonesia (MNPI).

“Pabrik PT Multi Nice Paper Indonesia (MNPI) berlokasi di Jalan Raya Serang KM 5, Legok, Kabupaten Tangerang, Banten 15820,” kata Mengky dalam keterangannya, dikutip Rabu (10/6/2026).

Status lahan pabrik tersebut adalah sewa. Mengky menyebut lokasi produksi popok berbeda dengan lokasi produksi masker perseroan. Saat ini, tahap renovasi pabrik telah selesai. Prosesnya sedang memasuki tahap finalisasi serta uji coba mesin produksi popok.

Terkait laporan keuangan per 31 Maret 2026, MMIX mengakui adanya beberapa kesalahan tulis dan hitung. Salah satunya pada saldo utang di PT BCA Finance. Perseroan mencantumkan angka Rp326,5 juta, padahal saldo sebenarnya Rp234 juta.

“Terdapat kesalahan footing penjumlahan, nilai jumlah yang seharusnya sesuai saldo di PT BCA Finance yaitu Rp234.006.749. Akan diperbaiki pada Laporan Keuangan periode selanjutnya,” ujar Mengky.

Kesalahan lain ditemukan pada pencatatan Dana Syirkah Temporer. Perseroan salah menulis saldo jangka panjang yang seharusnya Rp32,6 miliar. Ada juga kesalahan penulisan periode tahun pada bagian kepala (header) laporan yang masih menyebut tahun 2024 dan 2025. Padahal, laporan tersebut untuk periode 2026.

Mengky mengatakan hingga saat ini, tidak ada kontrak atau pendapatan baru yang bersifat material setelah periode laporan keuangan terakhir. Kondisi persaingan usaha juga dinilai masih kompetitif tanpa adanya pergeseran pangsa pasar yang signifikan.

Untuk menghadapi tantangan ke depan, MMIX telah menyiapkan lima strategi utama tahun 2025-2026. Strategi tersebut meliputi penguatan bisnis inti dan peningkatan penetrasi pasar. Perseroan juga akan mengembangkan produk baru, meningkatkan efisiensi operasional, serta menjalin kerja sama strategis dengan mitra usaha.

MMIX memastikan tidak ada anggota direksi atau komisaris yang terlibat perkara hukum yang berdampak pada operasional perusahaan.

Seluruh koreksi atas kesalahan penulisan data keuangan akan dilakukan pada laporan periode berikutnya. Dokumen penjelasan ini disampaikan untuk memenuhi ketentuan keterbukaan informasi kepada pemegang saham dan investor. Perseroan bertanggung jawab penuh atas seluruh informasi yang disampaikan kepada bursa.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Permintaan MRO Meningkat, Pendapatan dan Laba Garuda Maintenance (GMFI) Kompak Tumbuh di Kuartal I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT Garuda Maintenance Facility Aero...

Steel Pipe Industry (ISSP) Tebar Dividen Rp20 per Saham,  Cair 10 Juli 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Steel...

IHSG Pagi Ini Naik Lagi 1,53%, Kembali Tembus 5.800 Berkat Sederet Saham Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru