STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Nilai perusahaan SpaceX menembus angka fantastis hampir 1,8 triliun USD menjelang penjualan saham perdana pada Jumat waktu setempat. Pencapaian ini bakal membawa perusahaan milik Elon Musk tersebut menjadi salah satu perusahaan publik paling berharga di dunia.
Mengutip BBC, laporan Nasdaq menyebut, SpaceX telah mengantongi dana sebesar 75 miliar USD dari berbagai perusahaan keuangan. Dalam dokumen resmi yang diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Amerika Serikat, perusahaan eksplorasi ruang angkasa dan kecerdasan buatan (AI) ini menjual saham pada harga 135 USD per lembar.
Adapun harga saham tersebut sesuai dengan perkiraan awal yang dirilis pekan lalu. Dengan valuasi sebesar 1,8 triliun USD, Musk diprediksi akan menjadi triliuner pertama di dunia.
Minat investor terhadap saham SpaceX diperkirakan melonjak sangat tinggi saat perdagangan dibuka. Sejumlah analis keuangan bahkan telah menetapkan target harga di atas angka 135 USD.
Broker global Oppenheimer memprediksi harga saham perusahaan ini bisa menyentuh level 190 USD. Harga pasar nantinya akan ditentukan melalui mekanisme lelang di pasar terbuka.
Pencatatan saham SpaceX di indeks teknologi Nasdaq menjadi ujian penting bagi pasar modal. Hal ini dikarenakan beberapa perusahaan raksasa lain seperti Anthropic dan OpenAI juga berencana melantai di bursa tahun ini.
Meski sudah menjadi perusahaan publik, Musk akan tetap memegang kendali penuh. Ia memiliki kombinasi saham Kelas A dan Kelas B yang mencakup sekitar 40% dari total ekuitas perusahaan.
Kepemilikan tersebut memberikan Musk kekuatan suara lebih dari 84%. Angka ini jauh lebih besar jika dibandingkan dengan Mark Zuckerberg, pendiri Meta, yang memiliki kontrol suara sekitar 60%.
Kondisi tersebut membuat SpaceX tidak memerlukan direktur independen dalam jajaran dewan komisaris. Analisis dari Harvard Law School menyoroti dominasi besar sang pendiri dalam struktur perusahaan.
“Musk akan tetap mempertahankan kendalinya karena jumlah saham Kelas B yang ia miliki,” tulis laporan analisis tersebut.
Kendali mutlak ini menimbulkan potensi risiko bagi investor baru. Pihak internal perusahaan memiliki kuasa penuh dalam memutuskan kesepakatan bisnis. Hal ini termasuk keputusan kompensasi untuk Musk serta potensi akuisisi perusahaan lain miliknya.
Sebelumnya, SpaceX telah mengakuisisi xAI, sebuah perusahaan rintisan milik Musk. xAI sendiri merupakan pemilik platform media sosial X yang dibeli Musk pada tahun 2022 lalu.

