STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia berpotensi mencatatkan penurunan mingguan kedua berturut-turut pada perdagangan Jumat (12/6/2026) waktu setempat atau Sabtu pagi (13/6/2026) WIB. Ekspektasi kenaikan suku bunga yang lebih tinggi menjadi beban bagi logam mulia ini menjelang pertemuan bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (Fed), pekan depan.
Mengutip CNBC, harga emas spot terpantau stabil pada level USD 4.225,73 per ons troi. Namun, secara keseluruhan harga telah merosot 2,4% sepanjang minggu ini. Di pasar berjangka AS, kontrak emas justru naik 3% dan menetap di posisi USD 4.238,80 per ons troi.
Peter Grant, Wakil Presiden sekaligus Ahli Strategi Logam Senior di Zaner Metals, memberikan pandangannya terkait kondisi pasar. Ia menilai masalah kenaikan harga barang atau inflasi masih akan sulit turun.
“Saya pikir inflasi akan bertahan untuk beberapa waktu, bahkan jika harga minyak turun… kita pernah mendengar cerita ini sebelumnya dan ada tingkat skeptisisme tertentu,” ujar Grant.
Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak yang turun lebih dari 2%. Hal ini terjadi setelah muncul kabar rencana penandatanganan nota kesepahaman antara AS dan Iran untuk menghentikan perang di Teluk. Kesepakatan tersebut kabarnya bisa ditandatangani paling cepat hari Minggu dengan Jenewa sebagai lokasi potensial. Meski demikian, kantor berita Fars dari Iran membantah spekulasi tersebut berdasarkan informasi sumber yang dekat dengan negosiasi.
Emas terus berada di bawah tekanan sejak perang dimulai pada akhir Februari. Ada kekhawatiran inflasi akibat harga minyak akan membuat bank sentral menjaga suku bunga tetap tinggi. Meski investor menganggap emas sebagai alat lindung nilai inflasi, suku bunga tinggi cenderung menekan emas karena logam ini tidak memberikan bunga.
Para pedagang kini memperhitungkan peluang sebesar 57% untuk kenaikan suku bunga AS pada Desember 2026 menurut alat CME FedWatch. Data ekonomi minggu ini menunjukkan harga produsen AS naik lebih tinggi dari perkiraan pada Mei. Selain itu, inflasi konsumen juga melonjak di atas 4%.
Fokus pasar kini tertuju pada rapat kebijakan Fed yang dijadwalkan pada 16-17 Juni mendatang. Rapat ini akan menjadi yang pertama dipimpin oleh Kevin Warsh. Pelaku pasar memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga tetap pada pertemuan tersebut.
Lembaga keuangan UBS telah menurunkan prospek harga emas mereka. UBS memperingatkan penundaan pemotongan suku bunga Fed akan menekan harga emas ke kisaran USD 3.850 hingga USD 4.000 per ons troi dalam waktu dekat.
Di sisi lain, merek mewah Rolex menaikkan harga jam tangan emas global rata-rata 5% bulan ini. Ini merupakan kenaikan tahunan kedua yang jarang terjadi untuk pasar utama mereka termasuk Inggris, Hong Kong, dan AS.
Kenaikan juga terjadi pada logam mulia lainnya. Harga perak spot tercatat naik 3,01%, sementara platinum meningkat 2,21%. Harga paladium juga ikut menguat sebesar 2,83% pada perdagangan hari ini.

