STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Astra Graphia Tbk (ASGR) berhasil mencetak kinerja keuangan yang gemilang pada paruh pertama tahun 2026. Emiten berkode saham ASGR ini membukukan laba bersih periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp138,44 miliar pada semester I 2026.
Angka tersebut meningkat tajam 30% jika dibandingkan dengan laba bersih pada periode yang sama tahun 2025 yang tercatat Rp106,19 miliar. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 Juni 2026, laba per saham dasar ASGR ikut terkerek naik menjadi Rp102,65 per lembar, dari sebelumnya Rp78,73 per lembar pada Juni 2025.
Pertumbuhan laba bersih ini sejalan dengan kenaikan pendapatan bersih Perseroan. ASGR mengantongi pendapatan sebesar Rp1,55 triliun hingga akhir Juni 2026. Nilai ini tumbuh sekitar 2% dari realisasi pendapatan di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,52 triliun.
Dilihat dari kontributor utamanya, pendapatan dari jasa dan sewa menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp828,51 miliar. Disusul oleh hasil penjualan barang sebesar Rp436,44 miliar, dan pendapatan proyek senilai Rp291,31 miliar. Berdasarkan segmen bisnisnya, solusi teknologi informasi memberikan kontribusi sebesar Rp921,98 miliar, sementara segmen solusi dokumen menyumbang Rp663,35 miliar.
Presiden Direktur PT Astra Graphia Tbk, Hendrix Pramana mengatakan, capaian positif ini merupakan hasil dari fokus strategi perusahaan di sektor inti.
“Pertumbuhan pendapatan bersih dan laba bersih konsolidasian diperoleh dari segmen Solusi Dokumen dan Solusi Teknologi Informasi. Penerapan operational excellence sebagai fondasi utama, yang didukung pengelolaan arus kas yang baik, percepatan digitalisasi proses bisnis, serta inovasi berkelanjutan, turut memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan laba bersih konsolidasian,” ujar Hendrix di Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Dari sisi beban, ASGR mencatat beban pokok pendapatan sebesar Rp1,21 triliun pada semester I 2026, sedikit meningkat dari Rp1,20 triliun pada tahun sebelumnya. Namun, laba bruto tetap tumbuh menjadi Rp342,60 miliar dibanding Rp321,47 miliar secara tahunan.
Manajemen juga menunjukkan efisiensi pada biaya operasional. Beban umum dan administrasi terpantau turun menjadi Rp140,08 miliar dari sebelumnya Rp141,58 miliar. Sebaliknya, beban penjualan mengalami kenaikan tipis menjadi Rp65,85 miliar dari Rp63,52 miliar. Faktor lain yang memperkuat laba adalah kenaikan penghasilan keuangan menjadi Rp36,48 miliar dari Rp33,74 miliar pada 2025.
Beralih ke kekuatan neraca, total aset Astra Graphia tercatat sebesar Rp2,92 triliun per 30 Juni 2026. Jumlah ini mengalami penurunan sekitar 6% dibanding posisi Desember 2025 yang sebesar Rp3,11 triliun. Penurunan aset ini terutama disebabkan oleh berkurangnya saldo kas dan setara kas setelah pembayaran dividen final tahun buku 2025.
Total liabilitas perusahaan juga menunjukkan perbaikan dengan turun menjadi Rp982,28 miliar dari sebelumnya Rp1,02 triliun pada akhir tahun lalu. Sementara itu, total ekuitas tercatat sebesar Rp1,94 triliun per Juni 2026, dibanding Rp2,09 triliun pada Desember 2025. Kondisi ini mencerminkan struktur modal yang tetap sehat dengan rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio) yang sangat rendah.
Hingga saat ini, ASGR terus memperkuat posisinya sebagai mitra transformasi digital bagi industri melalui kolaborasi dengan mitra teknologi global seperti FUJIFILM Business Innovation. Perusahaan kini memiliki 92 titik layanan yang tersebar di 31 kantor cabang di seluruh Indonesia untuk mendukung kebutuhan bisnis pelanggan di bidang Printing Solutions, Technology, dan Digital Transformation Services.

