spot_img

Transaksi Diawasi Ketat BEI, Pergerakan Harga Saham VTNY dan RCCC Kompak Tertahan

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) –Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawasi secara intensif pola transaksi saham PT Venteny Fortuna International Tbk (VTNY) dan PT Utama Radar Cahaya Tbk (RCCC). Langkah ini diambil lantaran terjadi peningkatan aktivitas transaksi di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA).

Langkah BEI bertujuan memberikan perlindungan bagi para investor di pasar modal. Pengumuman UMA ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

“Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham tersebut, perlu kami sampaikan Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini,” kata Pande Made Kusuma Ari A., Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI dalam keterbukaan informasi dikutip Kamis (30/7/2026).

Investor diminta memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa. Selain itu, pelaku pasar perlu mencermati kinerja emiten dan keterbukaan informasinya.

BEI juga menyarankan investor mengkaji kembali rencana corporate action emiten jika belum disetujui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). “Pertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi,” ujar Pande.

Bursa mengeluarkan surat terpisah untuk kedua emiten tersebut. Saham VTNY masuk radar pantau melalui surat No. Peng-UMA-00229/BEI.WAS/07-2026. Sementara saham RCCC dipantau berdasarkan surat No. Peng-UMA-00228/BEI.WAS/07-2026. Kedua surat ini diteken pada 29 Juli 2026.

Pergerakan Harga Saham

Saham RCCC pada perdagangan Rabu (29/7/2026) ditutup stagnan di level Rp95 per saham. Volume perdagangannya mencapai 1,10 juta saham dengan nilai kapitalisasi pasar Rp74,81 miliar. Sepanjang hari itu, saham ini bergerak di rentang Rp90 hingga Rp97 per saham.

Pada Kamis (30/7/2026) pukul 10.00 WIB, harga saham RCCC turun 1,05% ke posisi Rp94 per saham. Dalam setahun terakhir, harga tertinggi RCCC berada di Rp288 dan terendah Rp73. Kapitalisasi pasarnya saat ini tercatat Rp74,02 miliar.

Sementara itu, saham VTNY pada penutupan Rabu (29/7/2026) terkoreksi 1,56% menjadi Rp63 per saham. Volume perdagangan saham ini mencapai 13,58 juta saham dengan kapitalisasi pasar Rp394,71 miliar. Harga terendah harian sempat menyentuh Rp61 per saham.

Hingga Kamis (30/7/2026) pukul 10.28 WIB, harga saham VTNY bergerak stagnan di level Rp63 per saham. Harga pembukaan berada di Rp62 dengan level tertinggi Rp63. Dalam periode 52 minggu, saham VTNY bergerak di kisaran Rp51 hingga Rp130 per saham dengan kapitalisasi pasar Rp394,71 miliar.

- Advertisement -

Artikel Terkait

BEI Suspensi 4 Saham Baru, Total 72 Emiten Belum Sampaikan Laporan Keuangan Kuartal I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara...

KKES Buka Suara soal Berita Kepemilikan 100 Saham, Ini Penjelasan Resmi Manajemen

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– Manajemen PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES)...

BEI Suspensi Saham RGAS Usai Melonjak 33,7% dalam Sebulan

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru