spot_img

Pasar Respons Negatif Pengunduran Diri Perry Warjiyo, IHSG Ditutup di Zona Merah

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 10,646 poin atau 0,17% ke level 6.185,78 pada perdagangan Senin (27/7/2026). Pelaku pasar merespons negatif pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo yang dinilai memicu ketidakpastian di tengah pelemahan nilai tukar rupiah dan potensi kenaikan suku bunga.

Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya menyebut pengunduran diri Perry Warjiyo menjadi sentimen negatif utama di pasar. Ketidakpastian muncul akibat proses transisi kepemimpinan Bank Indonesia yang berlangsung di tengah tekanan terhadap rupiah.

“Pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo secara mendadak direspons negatif oleh pasar karena dalam jangka pendek meningkatkan ketidakpastian pasar akibat transisi kepemimpinan yang baru di tengah depresiasi rupiah serta potensi tren kenaikan suku bunga,” tulis Phintraco Sekuritas.

Meski demikian, Phintraco menilai pelemahan IHSG masih tertahan oleh koreksi harga minyak mentah dunia.

Pada saat yang sama, rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,26% ke level Rp18.009 per USD.

Secara teknikal, histogram positif MACD kembali menyempit, sedangkan Stochastic RSI melanjutkan pelemahan di area pivot. Namun, IHSG masih mampu bertahan di atas rata-rata pergerakan MA20 dan MA50.

Dengan kondisi tersebut, Phintraco memperkirakan IHSG akan bergerak konsolidatif pada kisaran 6.080-6.250 dalam jangka pendek.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia, IHSG ditutup di level 6.185,78 dengan nilai transaksi mencapai Rp12,178 triliun dari volume perdagangan 27,775 miliar saham. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.874,025 triliun.

Sebanyak 307 saham menguat, 341 saham melemah, dan sisanya tidak berubah.

Dari sisi sektoral, tekanan terbesar terhadap IHSG berasal dari sektor infrastruktur yang mengurangi indeks sebesar 3,146 poin. Disusul sektor energi sebesar 3,018 poin dan sektor basic material sebesar 2,609 poin.

Sementara itu, Direktur Reliance Sekuritas Indonesia, Reza Priyambada, mengakui kabar pengunduran diri Perry Warjiyo mengejutkan pasar karena dilakukan bukan akibat persoalan hukum maupun kasus tertentu.

“Terkait dengan berita mundurnya Perry Warjiyo dari kursi Gubernur BI terus terang mengejutkan pasar karena mundurnya beliau tidak dalam kondisi yang buruk, dalam arti kata tidak seperti pejabat lain yang mundur mungkin karena tersangkut suatu kasus. Nah, ini bisa menimbulkan spekulasi yang rada negatif,” kata Reza kepada stockwatch.id di Jakarta, Senin (27/7/2026).

Menurut Reza, penunjukan Destry Damayanti sebagai pengganti bersifat sementara sehingga perhatian pasar kini tertuju pada sosok yang nantinya akan ditetapkan sebagai Gubernur BI definitif.

“Meski penggantinya ialah Bu Destry namun, ini hanya bersifat sementara. Justru yang dikhawatirkan ialah nantinya secara final atau definitif yang akan naik ialah yaa… itu laaahh… (sy gak mau sebutkan nama karena masih 1 familiy..hehe),” ujarnya.

Reza menambahkan, meski calon pengganti tersebut dinilai memiliki pemahaman makroekonomi, persepsi publik terhadap proses pengangkatannya berpotensi memengaruhi kepercayaan investor.

“Meski secara pengetahuan makro mungkin ada ya.. tapi, stigma masyarakat terhadap pengangkatan tersebut bisa menimbulkan reaksi negatif dan bisa saja mempengaruhi kepercayaan investor ke depannya. Apalagi, pelemahan nilai tukar rupiah itu bukan dari sisi moneter namun, lebih banyak terkait dengan fundamental maupun fiskal. Ini yang harusnya dibenahi segera oleh Pemerintah,” kata Reza.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Daftar Penghuni Baru Indeks IDX80 Periode Agustus-Oktober 2026, Ada Tiga Saham Baru

STOCKWATCH.ID ( JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) baru...

BEI Rilis Daftar Lengkap Saham LQ45 Periode Agustus-Oktober 2026, SMGR dan TOWR Keluar

STOCKWATCH.ID ( JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan...

Hapsoro Borong 3,45 Juta Saham SINI Senilai Rp17,26 Miliar, Ini Tujuannya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Hapsoro menambah kepemilikan saham PT Singaraja...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru