spot_img

OJK Ungkap Syarat BEI Capai 1.100 Emiten dan Masuk 10 Besar Bursa Dunia

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai target Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk memiliki lebih dari 1.100 perusahaan tercatat pada 2030 masih realistis. Target tersebut dinilai dapat dicapai jika pertumbuhan jumlah emiten, pendalaman pasar, serta transparansi dan tata kelola terus diperkuat.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan saat ini terdapat 963 perusahaan tercatat di BEI. Untuk mencapai target 1.100 emiten pada 2030, diperlukan tambahan sekitar 30 perusahaan yang melaksanakan penawaran umum perdana saham (IPO) setiap tahun.

“Saat ini perusahaan tercatat ada 963. Bila tahun 2030 ditargetkan 1100 maka ada penambahan 30an IPO saham baru setiap tahun,” kata Hasan dalam jawaban tertulis Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Juli 2026 di Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Hasan menjelaskan, pada akhir 2025 nilai kapitalisasi pasar saham Indonesia mencapai sekitar Rp15.000 triliun. Dengan jumlah perusahaan tercatat yang terus bertambah, kapitalisasi pasar juga diperkirakan akan terus meningkat.

Menurut Hasan, tambahan sekitar 150 perusahaan baru melalui IPO hingga 2030 dengan kualitas yang baik akan semakin meningkatkan kapitalisasi pasar Indonesia.

“Indonesia saat ini sudah berada pada posisi 20 besar dalam besaran kapitalisasi pasar dan nilai transaksi,” ujarnya.

Ia menambahkan, target membawa pasar modal Indonesia masuk 10 besar bursa dunia diharapkan dapat tercapai melalui pertumbuhan jumlah perusahaan tercatat, pendalaman pasar, serta peningkatan transparansi dan tata kelola.

“Dengan menjaga pertumbuhan perusahaan tercatat, peningalatan pendalaman pasar dan perbaikan transparansi dan tata kelola maka target-target tersebut diharapkan dapat dicapai,” ujar Hasan.

Sebelumnya, Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menargetkan jumlah perusahaan tercatat melampaui 1.100 emiten pada 2030. Target tersebut disampaikan setelah dirinya ditetapkan sebagai Direktur Utama BEI periode 2026-2030 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 yang digelar secara hybrid di Jakarta pada 29 Juni 2026.

Untuk tahun 2026, BEI menargetkan 50 perusahaan melaksanakan IPO. Hingga saat ini, sebanyak tujuh perusahaan telah mencatatkan saham di BEI dengan total dana yang dihimpun sekitar Rp2,16 triliun.

Perusahaan pertama yang melantai di bursa pada tahun ini adalah PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) pada 10 April 2026. Perseroan menghimpun dana IPO sebesar Rp302,40 miliar.

Selanjutnya, enam emiten baru juga telah mencatatkan saham di BEI, yakni PT Niramas Utama Tbk (JELI), PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), PT Bach Multi Global Tbk (BACH), PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI), PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL), dan PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS).

Dari keenam emiten tersebut, JELI menghimpun dana IPO Rp239,40 miliar, JECX Rp609,97 miliar, BACH Rp271,83 miliar, EMMI Rp245,74 miliar, PRDL Rp62,74 miliar, serta RANS Rp429,25 miliar.

Sementara itu, hingga 17 Juli 2026 masih terdapat empat perusahaan dalam antrean IPO di BEI. Dua di antaranya berasal dari sektor kesehatan.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin, mengatakan pipeline IPO tersebut terdiri atas dua perusahaan dengan aset skala kecil atau di bawah Rp50 miliar dan dua perusahaan dengan aset skala besar atau di atas Rp250 miliar.

“2 Perusahaan aset skala kecil (aset di bawah Rp50 miliar) dan 2 perusahaan aset skala besar (aset di atas Rp250 miliar),” kata Saidu.

Adapun berdasarkan sektor, pipeline IPO terdiri atas satu perusahaan sektor basic materials, satu perusahaan sektor consumer non-cyclicals, serta dua perusahaan sektor healthcare.

- Advertisement -

Artikel Terkait

IHSG Pagi Ini Naik 22,47 Poin, Mayoritas Saham Menguat di Awal Perdagangan

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka...

Indospring (INDS) Ungkap Transaksi Afiliasi, Entitas Anak Sewa Aset ke Jatim Taman Steel Senilai Rp606,3 Juta

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Indospring Tbk (INDS) mengungkapkan...

IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini, BNI Sekuritas Rekomendasikan Saham ENRG hingga ISAT

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru