STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– PT Vale Indonesia Tbk (INCO) membukukan kinerja keuangan yang solid pada semester I 2026. Perseroan mencatat laba bersih sebesar US$104,38 juta (US$0,0099 per saham) hingga enam bulan pertama 2026, melonjak 313,4% dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar US$25,25 juta (US$0,0024 per saham).
Berdasarkan laporan keuangan interim INCO per 30 Juni 2026 yang diumumkan, Rabu 29 Juli 2026, kenaikan laba ditopang oleh pertumbuhan pendapatan dan membaiknya margin usaha.
Pendapatan bersih INCO mencapai US$543,07 juta pada semester I 2026. Angka ini naik 27,3% dibandingkan semester I 2025 yang sebesar US$426,74 juta.
Di sisi lain, beban pokok pendapatan justru turun menjadi US$390,78 juta dari USD396,58 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi tersebut mendorong laba bruto Perseroan meroket 404,94% menjadi US$152,29 juta pada semester I 2026, dibanding Pada semester I 2025 laba bruto tercatat sebesar US$30,16 juta pada semester I 2025.
Beban usaha tercatat sebesar US$16,78 juta, naik 7,97% dibandingkan US$15,54 juta pada semester I 2025. INCO juga membukukan pendapatan lainnya sebesar US$12,77 juta, meningkat signifikan dari US$202 ribu pada periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, beban lainnya turun 56% menjadi US$2,54 juta dari USD5,80 juta. Perseroan juga mencatat pembagian laba bersih sebesar US$11,60 juta, lebih tinggi dibandingkan US$2,81 juta pada semester I 2025.
Alhasil, laba usaha INCO meroket 2.056% menjadi US$134,14 juta. Pada semester I tahun lalu, laba usaha emiten nikel tersebut hanya mencapai US$6,22 juta.
Dari pos non-operasional, Perseroan membukukan bagian laba neto dari entitas asosiasi sebesar US$137 ribu. Pendapatan keuangan tercatat US$6,22 juta, sedangkan biaya keuangan mencapai US$6,64 juta.
Dengan kinerja tersebut, laba sebelum pajak penghasilan mencapai US$133,86 juta pada semester I 2026, melonjak 267,14% dari US$36,46 juta pada semester I 2025. Setelah dikurangi beban pajak penghasilan sebesar US$29,48 juta, laba periode berjalan tercatat US$104,38 juta.
Pada sisi penghasilan komprehensif lain, Perseroan mencatat rugi selisih kurs penjabaran laporan keuangan entitas asosiasi sebesar US$3,95 juta. Pada periode yang sama tahun lalu, pos ini masih mencatat keuntungan US$1,32 juta.
Meski demikian, jumlah penghasilan komprehensif periode berjalan tetap melonjak 277,98% menjadi USD100,43 juta, dibandingkan USD26,57 juta pada semester I 2025.

