spot_img

Pendapatan MINE Naik Jadi Rp1,22 Triliun pada Semester I-2026, Laba Turun 14,17%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) atau STM mencatatkan pertumbuhan pendapatan pada enam bulan pertama tahun 2026. Namun, laba komprehensif periode berjalan Perseroan mengalami penurunan secara tahunan.

Berdasarkan laporan keuangan per Juni 2026, MINE meraup laba komprehensif berjalan sebesar Rp100,42 miliar pada Semester I-2026. Angka ini turun 14,17% dibandingkan Rp116,99 miliar pada periode yang sama tahun 2025.

Penurunan laba terjadi meskipun pendapatan MINE tumbuh 6,13% menjadi Rp1,22 triliun, dari sebelumnya Rp1,15 triliun. Chief Finance Officer MINE, Holmes Siringoringo menyebutkan peningkatan pendapatan ini menunjukkan kinerja Perseroan yang solid di tengah dinamika industri pertambangan.

“Menghadapi berbagai tantangan industri, MINE tetap mencatatkan pertumbuhan kinerja positif pada semester ini. Sejumlah lini usaha berkontribusi signifikan,” ujar Holmes dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (29/07).

Lini usaha penambangan tetap menjadi kontributor utama dengan pendapatan Rp1,14 triliun, naik 3,14% dari Rp1,11 triliun. Pertumbuhan paling tajam dicatatkan oleh lini jasa konstruksi yang melonjak 93,95% menjadi Rp73,41 miliar.

Penyebab terkoreksinya laba bersih adalah kenaikan beban yang melampaui pertumbuhan pendapatan. Beban pokok pendapatan membengkak 9,97% menjadi Rp1,02 triliun dari Rp929,59 miliar tahun lalu.

Selain itu, beban usaha juga naik menjadi Rp62,59 miliar dari Rp48,14 miliar. Beban keuangan pun ikut terkerek naik menjadi Rp34,19 miliar dari posisi Rp28,77 miliar pada Semester I-2025.

Kinerja pendapatan periode ini didorong oleh pengerjaan proyek strategis bersama PT Weda Bay Nickel, PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM), PT Hengjaya Mineralindo, serta pembangunan jalan PT Erabaru Timur Lestari.

Pada kuartal II-2026, MINE memperluas portofolio dengan menambah kontrak perpanjangan Proyek Konstruksi Sampala sepanjang 3,5 kilometer. Perseroan juga menjadi subcontractor proyek Dry Stack Tailings Facility di Morowali.

Selain itu, penambahan hampir 100 unit armada hauling di PT SCM menjadikan MINE salah satu kontraktor terbesar di lokasi tersebut dengan total 200 unit Dump Truck.

“Kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan mitra eksisting sekaligus membuka peluang kerja sama baru untuk menjaga pertumbuhan pendapatan berkelanjutan,” tambah Holmes.

Dari sisi neraca, liabilitas Perseroan turun 18,34% menjadi Rp946,07 miliar dari Rp1,15 triliun pada Juni 2025. Ekuitas MINE meningkat 14,57% menjadi Rp975,11 miliar dari Rp851 miliar. Adapun total aset Perseroan tercatat sebesar Rp1,92 triliun.

Holmes menjelaskan penurunan liabilitas dan peningkatan ekuitas mencerminkan komitmen menjaga struktur permodalan yang sehat. Disiplin pengelolaan pendanaan terus dilakukan untuk memperkuat fundamental keuangan.

“Agar MINE memiliki fleksibilitas lebih baik dalam mendukung keberlanjutan operasional serta menangkap peluang pertumbuhan di masa mendatang,” tutup Holmes.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Laba Bersih Astra Graphia (ASGR) Melonjak 30% Jadi Rp138 Miliar di Semester I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Astra Graphia Tbk (ASGR) berhasil...

Laba WIKA Beton Naik 9,14% pada Semester I 2026, Pendapatan Tembus Rp1,48 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Mengoptimalkan momentum pemulihan dan percepatan proyek...

Sinergi Ekosistem Danantara, BRI Perkuat Daya Saing Lewat Transformasi BRIvolution Reignite

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru