STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Mengoptimalkan momentum pemulihan dan percepatan proyek strategis, PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) membukukan kinerja keuangan yang solid pada paruh pertama tahun ini.
Sekretaris Perusahaan WIKA Beton, Ignatius Harry, mengemukakan, Perseroan berhasil mempertahankan laju bisnisnya dengan mencetak laba sebesar Rp4,74 miliar, bertumbuh 9,14% secara tahunan (YoY) dibandingkan laba pada periode yang sama sebelumnya sebesar Rp4,34 miliar.
Pertumbuhan tersebut sejalan dengan capaian pendapatan usaha yang mencapai Rp1,48 triliun. Keberhasilan operasional yang tangguh ini ditopang oleh penerapan upaya strategis mencakup efisiensi melalui divestasi aset nonproduktif, optimalisasi sistem digital berbasis ERP, serta penguatan tata kelola berkelanjutan demi memacu likuiditas dan keunggulan kompetitif.
Dari sisi neraca, kesehatan finansial WIKA Beton terjaga dengan baik terlihat dari likuiditas memadai dengan current ratio 130,95%. Struktur modal juga kian sehat seiring penurunan rasio utang terhadap ekuitas (DER) menjadi 71,52% dari sebelumnya 81,75% (YoY), yang menandakan permodalan WIKA Beton semakin kuat dan pendanaan operasional perusahaan tidak terlalu bergantung pada utang. Sementara itu, postur pendapatan secara proporsional digerakkan oleh segmen produk putar 47,91%, non-putar 34,44%, konstruksi 13,27%, dan jasa 4,37%.
“Kestabilan operasional dan keuangan yang tercapai saat ini menunjukkan langkah WIKA Beton sudah cukup efektif. Fokus Perusahaan saat ini adalah menjaga ritme tersebut demi mewujudkan penciptaan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan dan masyarakat,” katanya.
Memasuki semester kedua, sebagai bagian dari ekosistem Danantara dan BUMN, WIKA Beton akan terus bertransformasi dan berinovasi untuk menjaga keberlanjutan bisnis. Rangkaian inisiatif tersebut difokuskan pada penciptaan nilai jangka panjang yang diyakini akan berdampak positif bagi kinerja finansial WIKA Beton.

