STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mencatatkan performa keuangan positif sepanjang semester I 2026. Emiten properti ini berhasil membukukan laba komprehensif periode berjalan sebesar Rp523,5 miliar. Capaian ini berbanding terbalik dengan periode yang sama tahun 2025 yang mencatat rugi komprehensif Rp71,87 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim per 30 Juni 2026, penjualan dan pendapatan usaha Perseroan mencapai Rp3,66 triliun. Angka ini melonjak tajam 117% dibandingkan semester I 2025 sebesar Rp1,69 triliun.
Lonjakan pendapatan didorong oleh pengakuan penjualan yang meroket hampir tiga kali lipat. Nilainya mencapai Rp3,11 triliun dari sebelumnya Rp1,06 triliun. Kontributor utama berasal dari penjualan pusat perbelanjaan senilai Rp2,2 triliun. Selain itu, rumah tinggal menyumbang Rp537,4 miliar dan apartemen sebesar Rp278,88 miliar.
Corporate Secretary APLN, Justini Omas menjelaskan kinerja semester pertama tahun ini menunjukkan implementasi strategi bisnis berjalan sesuai arah yang ditetapkan. “Pertumbuhan bisnis yang berhasil dicapai memberikan keyakinan bagi kami untuk terus menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir tahun,” kata Justini dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Justini memaparkan pengakuan penjualan Perseroan didorong oleh penjualan Mall Deli Park Medan melalui anak usaha, PT Sinar Menara Deli (SMD). Transaksi senilai Rp2,2 triliun kepada PT DPM Assets Indonesia (DPMAI) ini merupakan bagian dari strategi optimalisasi portofolio aset.
“Monetizing aset bernilai tinggi menjadi bukti APLN mampu membangun value tinggi terhadap aset-asetnya,” ujar Justini.
Selain penjualan, Perseroan mengantongi pendapatan berulang (recurring income) sebesar Rp549,9 miliar. Sektor hotel menyumbang Rp317,8 miliar dan sewa sebesar Rp219,48 miliar. Laba bruto Perseroan pun ikut terkerek naik 91% menjadi Rp1,24 triliun.
Dari sisi beban, biaya bunga dan keuangan berhasil ditekan menjadi Rp206,1 miliar dari sebelumnya Rp249,17 miliar. Beban penjualan juga turun tipis menjadi Rp82,46 miliar. Sementara itu, beban pokok penjualan dan beban langsung tercatat sebesar Rp2,42 triliun.
Hingga 30 Juni 2026, total aset APLN berada di level Rp24,15 triliun. Jumlah ini menurun tipis dibanding posisi Desember 2025 sebesar Rp24,95 triliun. Penurunan ini sejalan dengan komitmen Perseroan dalam memangkas liabilitas secara agresif.
Total liabilitas atau beban utang APLN turun menjadi Rp10,37 triliun dari posisi akhir tahun lalu sebesar Rp11,28 triliun. Jika ditarik lebih jauh, sejak akhir 2023 hingga kini, APLN telah melunasi utang senilai Rp4,50 triliun. Di sisi lain, ekuitas Perseroan tetap kokoh di angka Rp13,78 triliun.
“Kami terus berfokus pada pengembangan proyek yang memiliki permintaan tinggi serta mengelola aset secara optimal,” tambah Justini.
Fundamental keuangan Perseroan kian menguat dengan posisi kas dan setara kas yang naik menjadi Rp1,13 triliun. Arus kas bersih dari aktivitas operasi juga mencatatkan angka positif sebesar Rp1,52 triliun.
Justini menegaskan meskipun industri properti menghadapi tantangan kenaikan suku bunga, APLN optimis mampu mengoptimalkan setiap peluang. “Dengan komitmen layanan terbaik dan standar produk berkualitas, kami percaya APLN akan tetap menjadi pilihan terbaik konsumen,” pungkasnya.

