STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Jasnita Telekomindo Tbk (JAST) mencatat pertumbuhan pendapatan pada semester I-2026 meski membukukan rugi bersih. Perseroan optimistis kinerja akan membaik pada paruh kedua tahun ini seiring mulai diakuinya pendapatan dari kontrak-kontrak baru dan berjalannya program efisiensi operasional.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 Juni 2026, pendapatan JAST mencapai Rp117,93 miliar atau meningkat 21% dibandingkan Rp97,48 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, perseroan mencatat rugi bersih konsolidasian sebesar Rp230,40 juta, berbalik dari laba bersih Rp10,86 miliar pada semester I-2025.
Direktur Utama JAST, Yentoro, menjelaskan, penurunan laba dipengaruhi kenaikan beban operasional dan belum optimalnya pengakuan pendapatan. Dari sisi beban, perseroan mencatat pembayaran uang pisah sebagai bagian dari penyesuaian organisasi, beban Tunjangan Hari Raya (THR), serta penyusutan aset pada entitas anak.
Di sisi pendapatan, sejumlah kontrak layanan berakhir pada kuartal I-2026. Perpanjangan kontrak baru terealisasi pada kuartal III-2026 sehingga terjadi jeda kontribusi pendapatan pada semester I-2026. Selain itu, beberapa kontrak baru masih berada pada tahap implementasi sehingga belum memenuhi syarat penagihan maupun pengakuan pendapatan sesuai standar akuntansi. Perseroan memperkirakan kontribusi pendapatan dari kontrak tersebut mulai terealisasi pada semester II-2026.
Hingga 30 Juni 2026, total aset JAST mencapai Rp183,31 miliar dengan total ekuitas sebesar Rp93,80 miliar. Perseroan juga menjaga likuiditas untuk mendukung kebutuhan operasional dan pelaksanaan berbagai proyek yang sedang berjalan.
Yentoro, menilai capaian semester I-2026 perlu dilihat sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi bisnis perseroan. Pertumbuhan pendapatan pada Semester I 2026 menunjukkan bahwa permintaan terhadap layanan Perseroan tetap terjaga.
“Meskipun terdapat tekanan terhadap laba akibat beban yang bersifat non-rutin dan adanya jeda pengakuan pendapatan dari beberapa kontrak, kami optimistis kinerja akan membaik pada Semester II 2026 seiring mulai terealisasinya pendapatan dari kontrak-kontrak baru serta berbagai inisiatif efisiensi yang telah dijalankan,” ujar Yentoro dalam keterangan resmi, Jumat (31/7/2026).
Memasuki semester II-2026, JAST terus memperkuat pipeline bisnis melalui partisipasi dalam berbagai tender dan penjajakan proyek baru di sektor pemerintahan, BUMN, maupun korporasi. Perseroan juga melanjutkan implementasi kontrak yang diperoleh pada semester I-2026 agar mulai memberikan kontribusi pendapatan pada paruh kedua tahun ini.
Selain itu, JAST akan terus meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat kualitas layanan, meningkatkan sinergi antarantitas dalam grup, serta mengembangkan solusi digital sesuai kebutuhan pelanggan. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan pendapatan sekaligus memperkuat kinerja secara berkelanjutan.
Manajemen juga menyebut perseroan telah memperoleh sejumlah proyek dan tender dari beberapa kementerian pada semester II-2026. Proyek tersebut diproyeksikan memberi kontribusi positif terhadap pendapatan dan kinerja hingga akhir tahun. Perseroan menargetkan 2026 ditutup dengan tren kinerja yang positif melalui peningkatan laba, pertumbuhan pendapatan, penguatan pipeline bisnis, serta efisiensi operasional.

