spot_img

BEI Pantau Ketat Transaksi 12 Saham Ini, Terindikasi Ada Gerak Tak Wajar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang memberikan perhatian khusus terhadap pergerakan saham di pasar modal. Sebanyak 12 saham masuk dalam kategori pergerakan tidak wajar atau Unusual Market Activity (UMA).

Langkah ini diambil dalam rangka perlindungan investor. Bursa melihat adanya tren kenaikan dan penurunan harga saham yang di luar kebiasaan. Sebanyak 10 saham mengalami penurunan harga yang signifikan. Sementara itu, 2 saham lainnya justru melonjak tajam.

P.H. Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI, Rendy Ridwansyah, mengonfirmasi status tersebut. Bursa kini tengah mencermati perkembangan pola transaksi pada deretan saham ini. Informasi tersebut disampaikan dalam keterbukaan informasi, Selasa (9/6/2026).

Dua saham yang dipantau karena kenaikan harga yang sangat tinggi antara lain adalah PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA) dan PT Fortune Indonesia Tbk (FORU).

Adapun daftar saham yang mengalami penurunan harga di luar kebiasaan mencakup PT Mitra Energi Persada Tbk (KOPI). Selanjutnya ada PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) dan PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT).

Emiten lain yang turut masuk pantauan karena penurunan harga adalah PT Soechi Lines Tbk (SOCI). Lalu ada PT Lupromax Pelumas Indonesia Tbk (LMAX) serta PT RMK Energy Tbk (RMKE).

Saham PT First Media Tbk (KBLV) dan PT Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK) juga terkena status UMA. Daftar ini ditutup oleh PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE) dan PT Sentul City Tbk (BKSL).

“Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal,” ujar Rendy.

BEI meminta para investor untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas konfirmasi Bursa. Investor juga diharapkan mencermati kinerja dan keterbukaan informasi masing-masing emiten.

Rencana aksi korporasi yang belum mendapat persetujuan RUPS juga perlu dikaji kembali. Hal ini penting untuk mempertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan investasi.

Mengenai informasi terakhir, mayoritas emiten baru saja melaporkan agenda rutin. KOPI, SOCI, LMAX, RMKE, dan NINE menyampaikan bukti iklan panggilan RUPS. Sementara INET dan KBLV merilis risalah RUPS Tahunan.

Adapun RSGK, FORU, dan BKSL baru saja menyampaikan laporan bulanan registrasi pemegang efek. GRIA memberikan koreksi pemanggilan RUPS, sedangkan CBUT merilis materi public expose tahunan.

Harga Saham

Pada penutupan perdagangan Senin, saham PT Mitra Energi Persada Tbk (KOPI) turun 14 poin atau 9,59% ke level Rp132 per saham. Saham ini dibuka di Rp154, sempat menyentuh level tertinggi Rp154 dan terendah Rp125. Volume perdagangan mencapai 157.900 saham.

Penurunan juga terjadi pada PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT). Saham CBUT merosot 75 poin atau 14,29% ke level Rp450 per saham. Harga saham bergerak dari pembukaan Rp520 hingga menyentuh level terendah Rp448.

PT Soechi Lines Tbk (SOCI) ditutup turun 14 poin atau 4,83% ke Rp276 per saham. Sementara PT Lupromax Pelumas Indonesia Tbk (LMAX) melemah 9,64% ke level Rp75 per saham.

Saham PT RMK Energy Tbk (RMKE) juga terkoreksi cukup dalam. Harga saham RMKE turun 200 poin atau 9,71% menjadi Rp1.860 per saham dari penutupan sebelumnya Rp2.060.

Tekanan jual turut terjadi pada saham PT First Media Tbk (KBLV), PT Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK), PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE), dan PT Sentul City Tbk (BKSL).

KBLV turun 14,93% ke Rp57 per saham. RSGK melemah 14,69% ke Rp610 per saham. NINE turun 9,09% ke Rp60 per saham, sedangkan BKSL terkoreksi 5,17% ke Rp55 per saham.

Di tengah tekanan pasar, beberapa saham justru mencatat kenaikan signifikan.

Saham PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA) melonjak 36 poin atau 27,27% ke level Rp168 per saham. Volume perdagangan mencapai 120,89 juta saham.

Kenaikan lebih tinggi dibukukan PT Fortune Indonesia Tbk (FORU). Saham FORU melesat 400 poin atau 24,69% menjadi Rp2.020 per saham. Harga tersebut sekaligus menjadi level tertinggi tahun berjalan bagi FORU.

Sementara itu, saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) ditutup di level Rp157 per saham pada perdagangan Senin.

Memasuki perdagangan Selasa (9/6/2026) hingga sekitar pukul 11.00 WIB, sejumlah saham menunjukkan upaya pemulihan.

Saham KOPI naik 3 poin atau 2,27% ke level Rp135 per saham. Harga bergerak di rentang Rp126 hingga Rp147 per saham.

GRIA melanjutkan tren penguatannya. Saham ini melonjak lagi 29 poin atau 17,26% ke level Rp197 per saham. Harga tertinggi intraday mencapai Rp200 per saham, sekaligus menjadi level tertinggi dalam 52 minggu terakhir.

FORU juga melanjutkan reli. Harga saham naik 330 poin atau 16,34% ke level Rp2.350 per saham. Saham ini sempat menyentuh Rp2.500 per saham yang menjadi rekor tertinggi baru dalam periode 52 minggu.

SOCI berbalik menguat 2,17% ke level Rp282 per saham. LMAX naik 8% ke Rp81 per saham. RMKE bertambah 3,23% ke Rp1.920 per saham.

KBLV menguat 5,26% ke Rp60 per saham. RSGK naik 2,46% ke Rp625 per saham. BKSL juga bergerak positif dengan kenaikan 3,64% ke level Rp57 per saham.

INET turut mencatat penguatan. Saham emiten penyedia layanan internet tersebut naik 14 poin atau 8,92% ke level Rp171 per saham.

Di sisi lain, tidak semua saham mampu mempertahankan penguatan. Saham CBUT kembali turun 26 poin atau 5,78% ke level Rp424 per saham. Sementara NINE melemah 5% ke posisi Rp57 per saham.

Pergerakan dua hari terakhir menunjukkan saham GRIA dan FORU menjadi emiten dengan penguatan paling menonjol. Sebaliknya, CBUT dan NINE masih berada dalam tren pelemahan hingga perdagangan Selasa siang.

- Advertisement -

Artikel Terkait

IHSG Sesi I Melambung 4,82% ke 5.55999,741 Berkat Sederet Saham Sektor Ini

JAKARTA, BERITAMONETER.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan...

Harga Turun 23,29%, BEI Gembok Perdagangan Saham Sillo Maritime (SHIP)

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi)...

Indospring Siap Terima Pendapatan Dividen US$510 Ribu dari Anak Usaha

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Indospring Tbk (INDS) mengumumkan bahwa...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru