Dolar AS Sempat Anjlok Gegara Isu Trump Mau Pecat Bos The Fed

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) sempat anjlok tajam pada perdagangan Rabu (16/7/2025) waktu setempat atau Kamis pagi (17/7/2025) WIB. Kabar soal Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang disebut-sebut ingin memecat Ketua The Fed Jerome Powell jadi pemicunya. Tapi pelemahan itu mulai terpangkas usai Trump memberi bantahan.

Mengutip CNBC International, Trump menyatakan tidak berencana melakukan apa pun terkait posisi Powell. Namun ia tetap mengkritik karena Powell dinilai terlalu lambat menurunkan suku bunga.

Sebelumnya, sebuah sumber mengatakan kepada Reuters bahwa Trump sempat mempertimbangkan untuk memecat Powell dan bahkan sudah berkonsultasi dengan beberapa anggota Partai Republik. Respons mereka disebut cukup positif.

Jika benar terjadi, pemecatan Powell sebelum masa jabatannya berakhir pada Mei tahun depan bisa berdampak negatif bagi dolar AS. Hal ini bisa menurunkan kepercayaan terhadap sistem keuangan AS, independensi bank sentral, dan dolar sebagai mata uang aman.

“Apa yang bisa menghancurkan nilai dolar AS, benar-benar menghancurkan kepercayaan terhadap dolar, adalah jika independensi dan otoritas The Fed diganggu dalam bentuk apa pun,” kata Juan Perez, Direktur Senior Perdagangan di Monex USA, Washington.

Trump memang sudah lama mengkritik Powell karena tak kunjung menurunkan suku bunga. Pemerintah AS juga baru-baru ini menyoroti lonjakan biaya renovasi kantor pusat The Fed di Washington yang nilainya mencapai US$2,5 miliar.

Dolar AS langsung terpukul setelah isu pemecatan ini mencuat. Indeks dolar, yang mengukur kekuatan dolar terhadap sejumlah mata uang utama seperti euro dan yen, tercatat turun 0,4% ke level 98,24.

Euro justru menguat 0,4% terhadap dolar ke posisi US$1,1648. Sementara itu, dolar juga melemah 0,7% terhadap yen Jepang ke posisi 147,83.

Meski Trump sudah membantah rencana tersebut, pasar masih gelisah. Isu soal stabilitas kepemimpinan di The Fed tetap membuat investor cemas, apalagi menyangkut arah kebijakan suku bunga di tengah kondisi ekonomi global yang belum stabil.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Laba Bank Banten Tumbuh 25,58% di Kuartal I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda)...

Bank Jago Bukukan Laba Bersih Rp86 Miliar di Kuartal I-2026, Tumbuh 42%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank Jago Tbk (ARTO) berhasil...

Laba Bersih Mark Dynamics (MARK) Melejit 19,16% pada Kuartal I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK)...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru