STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia menahan penurunan pada akhir perdagangan Kamis (11/9/2025) waktu setempat atau Jumat pagi (11/9/2025) WIB. Harga logam mulia ini tetap berada di dekat level tertinggi sepanjang sejarah. Pelemahan pasar tenaga kerja AS mendorong ekspektasi pelonggaran suku bunga oleh Federal Reserve, meski inflasi tetap tinggi.
Mengutip CNBC International, harga emas spot tercatat turun tipis 0,2% menjadi US$3.634,96 per ons. Sebelumnya, harga sempat menyentuh rekor US$3.673,95 pada Selasa. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember juga turun 0,2% ke US$3.673,6 per ons.
Tai Wong, pedagang logam independen, mengatakan, “Emas ‘diselamatkan’ oleh lonjakan klaim pengangguran mingguan yang mencapai tertinggi tiga tahun di 263.000, sementara core CPI tetap tinggi di 0,3% per bulan.”
Wong menambahkan, pergerakan harga baru-baru ini menunjukkan sedikit kejenuhan pembeli, tetapi prospek emas beberapa bulan ke depan tetap positif. Hal ini membatasi kemungkinan koreksi harga yang signifikan.
Data inflasi konsumen AS pada Agustus menunjukkan kenaikan lebih tinggi dari perkiraan, mencatat lonjakan tahunan terbesar dalam tujuh bulan terakhir. Klaim pengangguran mingguan melonjak tajam, menandakan perlambatan pasar tenaga kerja.
Data Kamis juga menunjukkan harga produsen AS turun tak terduga pada Agustus. Hal ini mencerminkan margin perdagangan jasa melemah dan biaya barang tetap rendah. Bersama data nonfarm payroll pekan lalu, termasuk revisi yang menunjukkan 911.000 pekerjaan lebih sedikit dalam 12 bulan hingga Maret, kondisi ini mengindikasikan perlambatan ekonomi dan memperkuat ekspektasi pelonggaran suku bunga Fed.
Pasar kini memperhitungkan kemungkinan pemangkasan suku bunga Fed sebesar 25 basis poin pada pertemuan Rabu depan, dengan peluang kecil pemangkasan setengah poin, menurut data CME FedWatch. Fed sebelumnya menghentikan siklus pelonggaran pada Januari untuk mempertimbangkan dampak inflasi dari tarif.
Emas telah naik 38% sepanjang tahun ini dan dianggap sebagai aset menguntungkan saat suku bunga rendah. Logam mulia ini juga dihargai sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi.
Dalam catatannya, ANZ menyebut, “Pertumbuhan melambat, inflasi tinggi, perubahan geopolitik, dan diversifikasi dari aset AS serta dolar akan terus mendukung permintaan investasi dan pembelian bank sentral, sehingga mendukung emas.”
Logam lain bergerak bervariasi. Perak spot naik 1,2% menjadi US$41,63 per ons. Platinum turun 0,1% ke US$1.385,05, sementara paladium naik 1,7% ke US$1.193,43.
