STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) membukukan kinerja keuangan yang solid pada semester I 2026. Perseroan mencatat laba bersih periode berjalan sebesar Rp2,34 triliun pada semester I 2026, melonjak 183,96% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp825,70 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian SMAR per 30 Juni 2026 yang dipublikasikan BEI, Kamis 30 Juli 2026, kenaikan laba Perseroan ditopang oleh peningkatan laba usaha dan membaiknya margin keuntungan Perseroan.
Sementara penjualan bersih SMART mencapai Rp43,73 triliun pada semester I 2026. Angka tersebut hanya naik tipis 1,07% dibandingkan semester I 2025 yang sebesar Rp43,27 triliun.
Di sisi lain, beban pokok penjualan turun 5,39% menjadi Rp36,80 triliun dari Rp38,90 triliun pada semester I 2025. Penurunan beban pokok tersebut mendorong laba kotor SMAR melonjak 58,80% menjadi Rp6,93 triliun pada semester I 2026, dari Rp4,36 triliun di semester I 2025.
Seiring peningkatan aktivitas usaha, beban penjualan naik 21,45%menjadi Rp3,0 triliun pada semester I 2026, dari Rp2,47 triliunpada periode sama 2025. Beban umum dan administrasi juga meningkat menjadi Rp767,06 miliar dari Rp755,44 miliar pada semester I 2025.
Meski demikian, pertumbuhan laba kotor yang lebih tinggi membuat laba usaha SMART melesat 177,97% menjadi Rp3,16 triliun pada semester I 2026, dari Rp1,14 triliun di semester I 2025.
Dari pos pendapatan dan beban lain-lain, Perseroan membukukan bagian laba bersih entitas asosiasi sebesar Rp303,64 miliar, meroket 845% dari Rp32,11 miliar pada semester I 2025.
Pendapatan bunga juga naik menjadi Rp32,14 miliar dari Rp8,50 miliar. Namun, SMART mencatat rugi selisih kurs bersih sebesar Rp249,66 miliar, lebih tinggi dibandingkan rugi Rp39,36 miliar pada semester I 2025.
Sementara itu, beban bunga dan keuangan lainnya turun menjadi Rp474,25 miliar dari Rp566,16 miliar. Pos lain-lain bersih tercatat Rp152,12 miliar, sedangkan beban lain-lain bersih mencapai Rp236,01 miliar.
Namun, laba sebelum pajak SMART melejit 173,57% menjadi Rp2,92 triliun pada semester I 2026, dibanding dari Rp1,07 triliun pada semester I 2025.
Beban pajak penghasilan tercatat Rp577,96 miliar, terdiri atas pajak kini sebesar Rp604,25 miliar dan manfaat pajak tangguhan Rp26,30 miliar. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,34 triliun, melesat 183,51% dari Rp825,38 miliar pada semester I 2025.
Perseroan juga membukukan penghasilan komprehensif lain bersih sebesar Rp131,41 miliar, berbalik dari rugi komprehensif lain Rp18,30 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Dengan demikian, jumlah penghasilan komprehensif periode berjalan mencapai Rp2,48 triliun, melambung 207,15% jika dibandingkan Rp807,40 miliar pada semester I 2025.
Kinerja yang lebih kuat turut mendorong laba per saham dasar SMAR yang berhasil meningkat menjadi Rp816 per saham pada semester I 2026, dari Rp287 per saham pada semester I 2025.
Dari sisi neraca keuangan, SMAR memiliki total asset per Juni 2026 sebesar Rp50,39 triliun, naik 11,49% dari Rp45,20 triliun per Desember 2025. Sedangkan jumlah liabilitas dan ekuitas Perseroan per Juni 2026, masing-masing sebesar Rp26,26 triliun dan Rp24,13 triliun.

