STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp56,49 miliar pada semester I 2026. Perolehan ini naik 34,4% dibandingkan laba bersih periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp42,03 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim yang dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026, kenaikan laba ditopang oleh pertumbuhan pendapatan yang kuat. Penjualan neto FORE mencapai Rp1 triliun pada semester I 2026. Angka ini melonjak 51,7% dari Rp662,37 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penjualan minuman menjadi kontributor utama pendapatan perusahaan. Segmen ini menyumbang Rp884,19 miliar. Sementara itu, penjualan makanan mencatat nilai Rp119,69 miliar. Pendapatan lainnya tercatat sebesar Rp6,08 miliar.
Secara pasar geografis, Indonesia masih menjadi pasar terbesar dengan kontribusi Rp994,74 miliar. Adapun ekspansi di Singapura menyumbang pendapatan sebesar Rp10,20 miliar.
Seiring kenaikan penjualan, beban pokok penjualan juga meningkat. Nilainya menjadi Rp382,92 miliar pada semester I 2026 dari Rp253,11 miliar di tahun 2025. Meski begitu, laba bruto tetap tumbuh positif menjadi Rp622,02 miliar dibandingkan Rp409,26 miliar pada semester I 2025.
Manajemen FORE juga melaporkan beban operasional sebesar Rp539,81 miliar. Biaya ini terdiri dari beban penjualan Rp446,98 miliar serta beban umum dan administrasi Rp92,83 miliar. Selain itu, perusahaan mencatat beban keuangan sebesar Rp9,16 miliar.
Laporan ini ditandatangani oleh manajemen puncak perusahaan. “Kami bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian interim PT Fore Kopi Indonesia Tbk dan Entitas Anak,” tulis Vico Lomar, Direktur Utama FORE dalam surat pernyataan direksi, dikutip Senin (20//7/2026).
Vico menjelaskan laporan ini disusun sesuai Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Hal senada juga disampaikan oleh Tjhong Pie Chen, Direktur Keuangan perusahaan. Tjhong memastikan seluruh informasi telah dimuat secara lengkap dan benar.
Dari sisi neraca, kekuatan keuangan perusahaan terlihat stabil. Total aset FORE per 30 Juni 2026 mencapai Rp1,26 triliun. Jumlah ini meningkat dari posisi 31 Desember 2025 yang sebesar Rp1,16 triliun.
Peningkatan aset terutama didorong oleh kenaikan aset tetap neto menjadi Rp362,38 miliar. Selain itu, aset hak-guna neto juga naik menjadi Rp371,06 miliar.
Total liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp521,68 miliar per Juni 2026. Angka ini naik dari Rp479,58 miliar pada akhir tahun 2025. Sementara itu, total ekuitas neto perusahaan menguat menjadi Rp737,69 miliar dari posisi sebelumnya Rp680,59 miliar.

