spot_img

Rugi Bersih Sunter Lakeside Hotel (SNLK) Menyusut 53,67% di Semester I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Sunter Lakeside Hotel Tbk (SNLK) berhasil memangkas rugi bersih secara signifikan pada semester I 2026.  Perseroan mencatatkan rugi periode berjalan sebesar Rp2,58 miliar per 30 Juni 2026. Angka ini menyusut 53,67% dibandingkan rugi bersih pada periode yang sama tahun 2025 yang mencapai Rp5,58 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan interim per Juni 2026 yang dirilis Rabu, 17 Juli 2026, perbaikan kinerja ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan.  Penjualan neto SNLK tercatat sebesar Rp21,11 miliar pada semester I 2026.  Perolehan tersebut naik 14% dari Rp18,52 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan kamar menjadi kontributor utama dengan nilai Rp10,72 miliar.  Diikuti oleh pendapatan makanan dan minuman yang menyumbang Rp9,20 miliar. Sementara itu, pendapatan lain-lain tercatat sebesar Rp1,18 miliar.

Peningkatan pendapatan ini dibarengi dengan efisiensi pada beberapa pos beban.  Beban usaha Perseroan turun menjadi Rp9,92 miliar dari sebelumnya Rp10,74 miliar pada semester I 2025.

Penurunan paling tajam terjadi pada beban keuangan yang merosot hingga 99,24%. Per Juni 2026, beban keuangan SNLK hanya sebesar Rp5,83 juta, jauh lebih kecil dibandingkan Rp770,41 juta pada Juni 2025.  Hal ini menunjukkan keberhasilan manajemen dalam mengelola kewajiban finansialnya.

Meskipun pendapatan naik, beban pokok pendapatan juga mengalami peningkatan sebesar 17,38% menjadi Rp10,07 miliar.  Hal ini dipicu oleh kenaikan biaya gaji dan tunjangan karyawan serta biaya bahan makanan dan minuman.  Kendati demikian, Perseroan masih mampu membukukan laba bruto sebesar Rp11,04 miliar, lebih tinggi dari posisi tahun lalu sebesar Rp9,94 miliar.

Dalam surat pernyataan Direksi, manajemen menegaskan tanggung jawab penuh atas laporan tersebut. “Kami bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan PT Sunter Lakeside Hotel Tbk,” tegas Direktur Utama SNLK, Sapto Utomo Hidajat.

Sapto juga menambahkan laporan keuangan tersebut disusun sesuai standar yang berlaku. “Laporan keuangan telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia,” ujarnya dalam dokumen tersebut.

Dari sisi neraca keuangan, total aset SNLK per 30 Juni 2026 mencapai Rp203,68 miliar. Angka ini sedikit menurun 2,68% dibandingkan total aset per 31 Desember 2025 yang sebesar Rp209,29 miliar.  Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh berkurangnya kas dan setara kas menjadi Rp24,47 miliar dari posisi awal tahun Rp27,62 miliar. Jumlah liabilitas Perseroan juga berhasil ditekan menjadi Rp42,66 miliar dari sebelumnya Rp45,68 miliar pada akhir tahun 2025. Penurunan liabilitas ini sebesar 6,6%. Sementara itu, total ekuitas tercatat sebesar Rp161,02 miliar per Juni 2026, sedikit terkoreksi dari Rp163,60 miliar pada Desember 2025.

Berdasarkan data operasional, Perseroan tetap mengandalkan fasilitas hotel bintang empat mereka di Jakarta Utara. Hingga akhir Juni 2026, Perseroan tercatat memiliki 14 karyawan tetap untuk mendukung kegiatan operasional hotel yang berlokasi di Sunter tersebut.

- Advertisement -

Artikel Terkait

PP Persero (PTPP) Cetak Laba Rp193,46 Miliar pada Semester I 2026, Melonjak 196,5%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– PT PP Persero Tbk (PTPP) berhasil membukukan...

BEI Jatuhkan Sanksi SP3 kepada Unit Bisnis Grup Sinar Mas (SMMF), Ternyata Ini Penyebabnya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menjatuhkan...

Penjualan Terkoreksi, Mark Dynamics (MARK) Catat Laba Rp283 Miliar dan Aset Rp1,02 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK)...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru