STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) (kode emiten: GMFI), anak usaha Garuda Indonesia Group optimistis bahwa permintaan MRO (Maintenance, Repair, and Overhaul) ke depan akan terus meningkat.
Permintaan MRO di Indonesia terus menunjukkan tren peningkatan. Diproyeksikan mencapai sekitar USD2,1 miliar pada tahun 2034. Perawatan mesin tetap menjadi kontributor terbesar dengan pangsa 48%, diikuti oleh komponen (23%) dan perawatan lini (20%).
Direktur Utama GMF, Andi Fahrurrozi, dalam public expose live di Jakarta, Rabu (10/6/2026) mengemukakan, pertumbuhan yang stabil ini mencerminkan permintaan yang berkelanjutan di semua segmen perawatan, sejalan dengan ekspansi armada global.
Industri MRO telah pulih sepenuhnya dari dampak pandemi. Pasar mencapai lebih dari $114 miliar pada tahun 2024, dan meningkat 7,2% di atas puncak pra-COVID tahun 2019. Hal ini merupakan kombinasi dari peningkatan pemanfaatan pesawat dan armada yang menua yang membutuhkan perawatan lebih tinggi agar tetap beroperasi.
“Selama 10 tahun ke depan, kami memperkirakan industri MRO akan tumbuh dengan laju tahunan sebesar 2,7%, mencapai $156 miliar,” katanya.
Hingga 31 Maret 2026, GMFI membukukan laba berjalan sebesar USD6,76 juta (sekitar Rp107 miliar). Angka ini melonjak sebesar 78,28% dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama pada tahun 2025 yang sebesar USD3,79 juta.
Pertumbuhan laba ini ditopang oleh kenaikan pendapatan (revenue) Perseroan yang mencapai USD114,94 juta pada akhir Maret 2026. Angka tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 20,53% dibandingkan pendapatan pada kuartal I 2025 yang tercatat sebesar USD95,36 juta.
Seiring dengan profitabilitas yang meningkat, posisi ekuitas GMFI juga mengalami peningkatan menjadi USD140,58 juta per 31 Maret 2026, dari USD114,57 juta pada akhir tahun 2025. Peningkatan ini didorong oleh akumulasi laba berjalan serta realisasi aksi korporasi melalui penerbitan saham baru yang memperkokoh fundamental keuangan perusahaan.
Pencapaian ini merupakan hasil dari konsistensi Perseroan dalam melakukan ekspansi pasar dan optimalisasi operasional. “Pencapaian di kuartal I 2026 melampaui pertumbuhan tahun sebelumnya. Ini menandakan efektivitas strategi pemulihan dan penguatan kapabilitas yang tengah kami jalankan. GMF kini berada pada jalur yang tepat untuk mencapai target tahunan yang lebih progresif,” ujar Andi.

