spot_img

Pendapatan Tumbuh 11%, Laba Bersih Blue Bird (BIRD) Semester I 2026 Terkoreksi jadi Rp320,56 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Blue Bird Tbk (BIRD) mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp320,56 miliar pada semester I 2026. Perolehan ini turun 4,44% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp335,44 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, pendapatan neto BIRD sebenarnya tumbuh 11,27%. Perseroan meraup pendapatan Rp2,97 triliun pada enam bulan pertama 2026. Angka ini meningkat dari posisi Rp2,67 triliun pada semester I 2025.

Kontributor utama pendapatan berasal dari operasional taksi yang menyumbang Rp2,07 triliun. Sementara itu, lini bisnis non-taksi memberikan kontribusi sebesar Rp899,98 miliar.

Penurunan laba bersih ini dipicu kenaikan beban yang melampaui pertumbuhan pendapatan. Beban langsung BIRD melonjak menjadi Rp2,05 triliun dari sebelumnya Rp1,78 triliun. Kondisi ini membuat laba bruto Perseroan hanya tumbuh tipis menjadi Rp917,66 miliar dibanding Rp886,09 miliar pada tahun lalu.

Selain beban langsung, beban usaha BIRD juga meningkat menjadi Rp597,05 miliar dari Rp523,66 miliar di semester I 2025. Peningkatan ini menekan laba usaha Perseroan menjadi Rp320,62 miliar, menyusut 11,54% dari sebelumnya Rp362,44 miliar.

Faktor lain yang memberatkan kinerja keuangan adalah kenaikan beban keuangan. Hingga Juni 2026, biaya bunga dan denda melonjak menjadi Rp64,62 miliar dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp45,56 miliar.

Manajemen menegaskan tanggung jawab penuh atas pelaporan kinerja keuangan ini. “Kami bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian PT Blue Bird Tbk dan Entitas Anaknya,” tegas Adrianto Djokosoetono, Direktur Utama BIRD dalam surat pernyataan Direksi dikutip dari keterbukaan informasi ditulis Jumat (31/7/2026)..

Dari sisi neraca, total aset Blue Bird berhasil menembus angka Rp10,09 triliun per 30 Juni 2026. Jumlah ini meningkat 4,56% dibandingkan posisi akhir Desember 2025 sebesar Rp9,65 triliun.

Kenaikan aset didorong pertumbuhan aset lancar yang mencapai Rp2,27 triliun. Sementara aset tidak lancar tercatat sebesar Rp7,82 triliun, didominasi oleh aset tetap senilai Rp7,56 triliun.

Di sisi lain, total liabilitas Perseroan membengkak menjadi Rp3,86 triliun per Juni 2026, dari posisi Rp3,33 triliun per Desember 2025. Peningkatan ini terutama berasal dari utang dividen sebesar Rp420,85 miliar yang belum dibayarkan pada periode tersebut. Adapun total ekuitas Perseroan tercatat sebesar Rp6,23 triliun.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Penjualan Melorot 30%, Sepeda Bersama Indonesia (BIKE) Rugi Rp33,29 Miliar Semester I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk (BIKE)...

Pendapatan JAST Naik 21% pada Semester I-2026, Optimistis Laba Pulih di Paruh Kedua

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Jasnita Telekomindo Tbk (JAST) mencatat...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru