STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– PT Samuel Sekuritas Indonesia mengurangi kepemilikan saham di PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) setelah mencairkan repurchase agreement (repo) sebanyak 134,29 juta saham.
Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 20 Juli 2026, transaksi tersebut dilakukan dengan status kepemilikan langsung.
Samuel Sekuritas Indonesia melaporkan penjualan 134.291.200 saham NSSS dilakukan pada harga Rp378 per saham. Adapun tujuan transaksi tersebut adalah pencairan repo.
Sebelum transaksi, Samuel Sekuritas Indonesia memiliki 7,77 miliar saham NSSS atau setara 32,66% dari total saham dengan hak suara. Setelah transaksi selesai, jumlah kepemilikan saham turun menjadi 7,64 miliar saham atau setara 32,10%.
Samuel Sekuritas Indonesia juga menegaskan kebenaran data yang disampaikan dalam laporan tersebut. “Saya bertanggung jawab penuh terhadap seluruh akibat hukum yang timbul dan menjamin kebenaran atas seluruh data, informasi, keterangan dan/atau dokumen yang dilaporkan,” tulis manajemen dalam laporan kepada OJK.
Meski melepas sebagian sahamnya, Samuel Sekuritas Indonesia tetap tercatat sebagai pemegang 7,64 miliar saham NSSS dengan porsi kepemilikan 32,10%.
Seperti diketahui, PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) atau NSS Group didirikan pada tahun 2008 namun mulai beroperasi pada tahun 2009. Perusahaan ini memproduksi tandan buah sawit, minyak sawit mentah, dan inti sawit dari lima perkebunan di Kalimantan Tengah.
Perseroan juga memiliki satu pabrik kelapa sawit berkapasitas 60 MT per jam di Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Produk yang dihasilkan oleh NSSS Group diutamakan untuk dijual di pasar domestik.

