STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Formosa Ingredient Factory Tbk (BOBA) berhasil meraup laba bersih sebesar Rp10,81 miliar. Angka ini melonjak 31,68% secara tahunan atau year on year (yoy) jika dibandingkan dengan Rp8,21 miliar pada periode yang sama tahun 2025.
Berdasarkan laporan keuangan per Juni 2026 yang dipublikasikan Senin (20/7/2026), pertumbuhan laba bersih ini sejalan dengan kenaikan total pendapatan Perseroan. Penjualan bersih BOBA mencapai Rp100,64 miliar pada semester I 2026, tumbuh 20,17% dari Rp83,75 miliar pada tahun sebelumnya.
Penjualan BOBA sepanjang enam bulan pertama tahun 2026 didominasi oleh produk makanan dan minuman yang menyumbang Rp100,89 miliar sebelum dikurangi potongan dan retur. Kontributor utama pendapatan berasal dari PT Kurniamitra Duta Sentosa Tbk sebesar Rp47,75 miliar atau setara 47,45% dari total penjualan. Selain itu, PT Quaker Indonesia juga menjadi pelanggan besar dengan nilai transaksi Rp32,14 miliar.
Seiring kenaikan penjualan, beban pokok penjualan BOBA tercatat sebesar Rp68,30 miliar pada semester I 2026, naik dari Rp55,83 miliar tahun 2024. Meski begitu, laba kotor Perseroan tetap tumbuh menjadi Rp32,34 miliar dibandingkan Rp27,92 miliar pada tahun sebelumnya.
BOBA juga mencatatkan kenaikan pada beban usaha menjadi Rp18,39 miliar dari posisi Rp17,24 miliar. Sementara itu, beban keuangan mengalami peningkatan dari Rp19,27 juta menjadi Rp64,64 juta. Kombinasi pertumbuhan penjualan dan pengelolaan biaya ini mendorong laba usaha tumbuh menjadi Rp13,95 miliar, naik dari Rp10,68 miliar pada semester I 2025.
Manajemen menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas laporan keuangan ini. “Laporan keuangan Perusahaan tidak mengandung informasi atau fakta material yang tidak benar, dan tidak menghilangkan informasi atau fakta material,” tegas Yunita Sugiarto EW, Direktur Utama BOBA dalam surat pernyataan direksi.
Dari sisi neraca keuangan, kekuatan fundamental BOBA terlihat pada pertumbuhan asetnya. Total aset Perseroan mencapai Rp202,87 miliar per 30 Juni 2026, meningkat 10,83% dari Rp183,04 miliar pada akhir Desember 2025.
Jumlah liabilitas BOBA tercatat sebesar Rp33,77 miliar, naik signifikan dari Rp15,50 miliar pada akhir 2025. Sedangkan total ekuitas Perseroan juga mengalami pertumbuhan menjadi Rp169,10 miliar per Juni 2026 dibandingkan Rp167,54 miliar pada posisi akhir tahun lalu.
Yunita menambahkan pihaknya bertanggung jawab penuh atas sistem pengendalian internal di dalam perusahaan demi menjaga transparansi kepada publik. Perseroan yang dikenal melalui merek Bobaking ini terus memperkuat posisinya sebagai penyedia bahan baku makanan dan minuman di pasar domestik.

