Selasa, Januari 13, 2026
27.2 C
Jakarta

Wall Street Berakhir Beragam! S&P 500 dan Nasdaq Rontok, Upaya Rebound Gagal

STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Wall Street berakhir beragam pada penutupan perdahangan Senin (24/2/2025) waktu setempat atau Selasa pagi (25/2/2025) WIB. Upaya rebound setelah kejatuhan besar di akhir pekan gagal total.

Mengutip CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York naik tipis 33,19 poin atau 0,08% menjadi 43.461,21. Indeks S&P 500 (SPX) terkoreksi 29,88 poin atau 0,5% mencapai 5.983,25. Indeks komposit Nasdaq (IXIC) yang didominasi saham teknologi, melemah 237,08 poin atau 1,21% ke posisi 19.286,92.

Saham-saham teknologi jadi biang keladi pelemahan. Palantir ambruk 10%, menyeret Nasdaq ke zona merah. Microsoft juga turun 1% setelah laporan analis mengungkapkan perusahaan memangkas belanja pusat data, memicu kekhawatiran terhadap bisnis kecerdasan buatan (AI). Nvidia ikut melemah 1,5%.

Investor juga masih cemas dengan kebijakan Presiden Donald Trump. Ia menegaskan tarif impor terhadap Kanada dan Meksiko tetap diberlakukan setelah masa penundaan berakhir pekan depan.

Tekanan di Wall Street sudah terasa sejak pekan lalu. Dow Jones dan Nasdaq turun lebih dari 2% dalam sepekan, sementara S&P 500 terpangkas lebih dari 1%. Pada Jumat, Dow anjlok lebih dari 700 poin, S&P 500 turun 1,7%, dan Nasdaq ambruk 2,2%.

Data ekonomi AS yang mengecewakan makin memperburuk sentimen. Indeks aktivitas jasa turun, sementara indeks kepercayaan konsumen dari University of Michigan lebih rendah dari perkiraan.

Pekan ini, investor menanti laporan keuangan perusahaan besar. Home Depot dan Lowe’s akan merilis laporan kinerja pada Selasa dan Rabu. Nvidia, yang masih menjadi saham dengan kapitalisasi besar, juga akan merilis laporan keuangannya pada Rabu malam.

Data inflasi AS juga jadi sorotan. Indeks pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), yang jadi acuan utama Federal Reserve, akan dirilis Jumat. Data ini penting untuk melihat apakah inflasi benar-benar melonjak di awal 2025, mengingat laporan inflasi sebelumnya seperti CPI dan PPI menunjukkan kenaikan tajam.

Meski begitu, analis memperkirakan The Fed belum akan mengambil keputusan terkait suku bunga dalam enam bulan ke depan. Investor pun masih harus bersiap menghadapi volatilitas tinggi di pasar.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Salip Apple, Valuasi Induk Google Alphabet Tembus USD 4 Triliun Berkat AI

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Induk perusahaan Google, Alphabet, mencetak...

Dow Jones dan S&P 500 Kompak Cetak Rekor Tertinggi Baru Meski Bos The Fed Diselidiki

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Kospi Korea Selatan Cetak Rekor Tertinggi, Bursa Saham Asia Kompak Menghijau

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik kompak...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru